
Direktur Eksekutif Indonesian Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah.
JawaPos.com – Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif dari Indonesian Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah turut menanggapi pernyataan kontroversi Presiden Joko Widodo.
Dedi Kurnia Syah menyatakan bahwa Joko Widodo yang saat ini sedang menjabat sebagai Presiden RI sebaiknya bertindak sebagai seorang negarawan.
Hal itu dengan mempertimbangkan kondisi negara yang saat ini sedang memasuki masa Pemilihan Umum (Pemilu).
Ia mengatakan, seharusnya presiden bijak dalam melakukan tindakan yakni bertindak sebagai seorang negarawan.
“Beliau seharusnya berpihak pada negara. Misalnya saat ini banyak anggota kabinet, baik itu menteri maupun wakil menteri yang secara terang-terangan mendukung salah satu kandidat, maka presiden tidak bisa tinggal diam” ujar Dedi seperti dilansir dari Kantor Berita ANTARA di Jakarta, pada Kamis (25/1).
Menurutnya, presiden sudah seharusnya memberikan teguran kepada anak buahnya. Karena presiden harus melarang aktivitas yang masih berkaitan dengan jabatan publik khususnya jabatan elite ikut serta dalam kepentingan politik praktis.
Sebagai informasi, hal ini dikataan Dedi Kurnia Syah untuk merespons pernyataan dari Presiden Jokowi bahwa Presiden maupun menteri boleh turut berkampanye asal tidak menggunakan fasilitas negara.
Baca Juga: PDIP Sebut Pernyataan Jokowi soal Presiden Boleh Berkampanye dan Berpihak Buktikan Ambisi 3 Periode
“Jika presiden yang bertindak sebagai penyelenggara pemilihan kemudian malah memihak, tentu bisa merusak kualitas dari proses elektoral itu sendiri” sambungnya.
Lebih lanjut ia menyatakan bahwa pernyataan Presiden Jokowi itu dapat mempengaruhi institusi yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam melaksanakan tugas.
Sikap presiden itu dinilainya akan berpotensi mempengaruhi keberanian penyelenggara pemilu dalam melaksanakan tugas dan wewenang meskipun instansi seperti KPU tidak secara langsung tunduk pada presiden.
“Secara psikologis meskipun KPU tidak tunduk secara langsung kepada presiden dalam pemilu tetapi presiden punya andil dalam menentukan komisioner KPU” imbuhnya.
Sementara pakar politik lainnya yaitu Ikrar Nusa Bhakti mengatakan bahwa pernyataan Presiden Jokowi sebenarnya bertentangan dengan pernyataan sebelumnya yang disampaikannya yaitu presiden akan netral dan akan mendukung ketiga pasangan calon.
“Belakangan ini presiden justru mengatakan boleh memihak. Sebetulnya ini bertentangan dengan sumpah jabatan untuk presiden dan menteri” kata dia.
Ia menambahkan bahwa akan sangat sulit membedakan aktivitas presiden dan menteri apakah kunjungan kerja atau berkampanye jika kedua jabatan publik itu ikut dalam kampanye politik.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
