
Budi Karya Sumadi dalam Pembukaan Posko Pusat Angkutan Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (19/12). (ANTARA/Kuntum Riswan).
JawaPos.com - Perayaan Natal dan Tahun Baru menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk merayakan libur panjang, melakukan perjalanan dan pergi berwisata.
Hampir setiap tahun, sebagian besar masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan untuk melakukan mudik dan wisata setiap perayaan keagamaan atau libur panjang.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan Survei Badan Kebijakan Transportasi dan mengungkapkan beberapa catatan perjalanan yang dilakukan oleh warga dalam merayakan Natal dan Tahun Baru.
Dikutip JawaPos.com dari Antara pada Selasa (19/12), tercatat ada sebanyak 107 juta masyarakat yang akan melakukan perjalanan berupa wisata dan mudik selama momentum Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
Hal tersebut disampaikan oleh Budi Karya Sumadi selaku Menteri Perhubungan dalam Pembukaan Posko Pusat Angkutan Natal Tahun 2023 dan Tahun Baru 2024 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (19/12).
“Yang akan mudik itu 107 juta atau 39 persen (masyarakat) atau lebih tinggi dari tahun yang lalu lebih tinggi 43 persen jadi ini cukup challenging juga,” Menhub Budi
Ia mengatakan bahwa mayoritas responden survei yang terdiri dari 40 ribu orang memilih untuk menggunakan mobil pribadi dalam melakukan perjalanan.
Penggunaan mobil dinilai lebih praktis dalam melakukan mobilisasi. Selain itu, kemudahan akses perjalanan terutama penggunaan jalan tol juga menjadi alasan mudik dengan mengendarai mobil lebih diminati.
Baca Juga: Cocok Jadi Destinasi Wisata Libur Akhir Tahun! Intip Keindahan Pulau Muna di Sulawesi Tenggara
Di samping itu, Menhub juga menyerukan kepada para pemudik untuk menggunakan fasilitas mudik gratis yang disediakan oleh BUMN maupun swasta demi menekan angka kecelakaan.
“Saya sudah membuat surat, mudah-mudahan surat itu di-endorse oleh media dan fasilitas mudik gratis ini sangat mungkin bagi saudara-saudara kita akan melakukan perjalanan,” kata Budi.
Dalam survei tersebut, juga ditemukan bahwa 17 persen responden memilih untuk mudik menggunakan motor serta 13 persen masyarakat akan memilih mudik dan berwisata menggunakan kereta api.
Kemudian, 11 persen memilih menggunakan pesawat, 10 persen menggunakan bus, penyeberangan 6 persen, serta kapal laut 3 persen.
Menhub menegaskan bahwa semua sektor transportasi memiliki tantangan dan hambatan yang harus diantisipasi dengan baik dan bijak.
Budi menginginkan posko pemantauan tersedia di setiap jenis moda transportasi agar mobilisasi masyarakat dapat terpantau secara langsung dan memudahkan koordinasi antar kementerian/lembaga.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
