Ilustrasi mahasiswa. (Pixabay)
JawaPos.com – Sebanyak 28 mahasiswa asal Raja Ampat yang tengah berkuliah di Yogyakarta terancam terlantar.
Pasalnya, beasiswa yang dijanjikan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat pada awal Desember tak kunjung cair.
Padahal diketahui, mayoritas dari mahasiswa tersebut berasal dari keluarga tak mampu.
Mengutip Radar Jogja (Jawa Pos Grup), salah satu mahasiswa berinisial M, mengatakan, selama ini uang kos dan makan masih ditanggung orang tua yang merupakan seorang nelayan.
Nasib lain juga dialami mahasiswa lainnya hingga tidak bisa membayar kos karena orang tuanya kurang mampu. Biasanya orang tuanya mengirimi keperluan biaya hidup sebesar Rp 1 juta sebulan.
"Itu untuk keperluan kos saja sekitar Rp 800 ribu, sisanya untuk makan. Dalam mengikuti pembelajaran di kampus juga kurang fokus, karena bagaimana mau fokus jika perutnya lapar," tuturnya saat mengadu ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIJ Senin (11/12).
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua (IPMA) Yogyakarta, Irto Mamoribo merespons persoalan ini.
Menurutnya akibat beasiswa yang tak kunjung cair dari Pemkab Raja Ampat ini justru menjadikan para orang tua mahasiswa.
Orang tua mereka yang notabennya kurang mampu harus menanggung biaya kos dan makan mereka di Yogyakarta.
"Dari pihak Dinas Pendidikan hanya memberikan surat dispensasi bagi mereka yang tidak bisa ikut Ujian Tengah semester (UTS), karena terkendala biaya. Selain itu, mereka ada yang terkendala perihal pembayaran kos yang nunggak selama dua bulan dan lain-lain," ucapnya.
Selain itu, ia menjelaskan jika sebelum pemberangkatan mahasiswa asal Ampat ke Jogja, Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat juga memungut biaya Rp 5 Juta ke setiap orang tua yang digunakan untuk pendaftaran awal hingga lulus.
Oleh karena itu, ia menuntut pengembalian uang yang telah disetorkan sebesar Rp 5 Juta dan dinas pendidikan setempat dapat segera menjalankan MoU yang disepakati dengan universitas-universitas mahasiswa penerima beasiswa.
"Selain itu, segera realisasikan hak yang telah dijanjikan pemda terkait hak biaya hidup. Dinas Pendidikan Raja Ampat dan inisial AP (alumni perguruan tinggi Jogja yang ikut sosialisasi terkait beasiswa, Red) harus bertanggung jawab terhadap situasi dan kondisi penerima beasiswa di perantauan," kata Irto.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022