Ilustrasi mahasiswa.
JawaPos.com–Sebanyak 28 mahasiswa asal Raja Ampat yang tengah menempuh pendidikan tinggi terancam telantar. Pasalnya beasiswa yang diberikan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, tak kunjung cair.
Mayoritas dari mahasiswa tersebut berasal dari keluarga tak mampu. Mengutip Radar Jogja (Jawa Pos Grup), salah satu mahasiswa berinisial M, mengatakan, selama ini uang kos dan makan masih ditanggung orang tua yang merupakan seorang nelayan. Mahasiswa lain bahkan hingga tidak bisa membayar kos karena orang tuanya kurang mampu. Biasanya orang tuanya mengirimi keperluan biaya hidup sebesar Rp 1 juta sebulan.
”Itu untuk keperluan kos saja sekitar Rp 800 ribu, sisanya untuk makan. Di kampus juga kurang fokus. Bagaimana mau fokus jika perutnya lapar,” tutur dia saat mengadu ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DI Jogjakarta, Senin (11/12).
Kondisi mendesak itu mendorong para mahasiswa yang tak kunjung mendapatkan beasiswa yang dijanjikan berinisiatif melakukan pertemuan virtual melalui Zoom dengan para orang tua membahas situasi kondisi mereka. Namun, hal tersebut dilarang dinas pendidikan yang disampaikan melalui pesan suara WhatsApp.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Pelajar Mahasiswa Papua (IPMA) Jogjakarta Irto Mamoribo menegaskan, situasi mereka tidak baik-baik saja. Akibat beasiswa yang tak kunjung cair dari Pemkab Raja Ampat menjadikan para orang tua mahasiswa yang notabene kurang mampu harus menanggung biaya kos dan makan mereka di Jogja.
”Dari pihak Dinas Pendidikan hanya memberikan surat dispensasi bagi mereka yang tidak bisa ikut ujian tengah semester (UTS), karena terkendala biaya. Selain itu, mereka ada yang terkendala perihal pembayaran kos yang nunggak selama dua bulan dan lain-lain,” ucap Irto.
Menurut dia, dengan kondisi itu bisa dikatakan ke-28 mahasiswa tersebut telantar dan terkendala biaya hidup. Irto menuntut Pemkab Raja Ampat bertanggung jawab terhadap mahasiswa yang telah menerima beasiswa untuk berkuliah di Jogja.
”Karena pemda yang menawarkan program ini. Mereka di Jogja dari September dan hak uang biaya hidup dijanjikan turun awal Desember, ketika dikonfirmasi ke pemda katanya tahun depan. Ini bicara kebutuhan hari ini, masak mau makan harus nunggu tahun depan,” ujar Irto
Menurut Irto, pemkab tidak boleh lepas tangan. Jika Pemkab Raja Ampat transparan, mahasiswa tersebut dapat berkuliah di perguruan tinggi di wilayah Papua yang biayanya bisa dijangkau.
Menanggapi keluhan mahasiswa asal Raja Ampat tersebut, Kepala Ombudsman RI DIJ Budhi Masturi mengatakan, akan mendalami persoalan para mahasiswa tersebut. Dia menyampaikan, kalau memerlukan bantuan, Pemprov DIJ kemungkinan bisa membantu.
”Seperti ketika Covid-19 Pemprov DIJ juga membantu kebutuhan hidup di asrama-asrama mahasiswa luar daerah. Kita bisa dorong dan upayakan ke Pemda DIJ untuk memenuhi kebutuhan hidup mahasiswa tersebut jika setelah didalami dinilai layak dibantu,” ucap Budhi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain AC Milan vs Venezia: Fisik Adrien Rabiot Belum Siap, Rafael Leao Absen
