Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Desember 2023 | 05.18 WIB

Kaca Pecah di Rusunawa Sidoarjo Telah Selesai Diperbaiki, Kasubsi Rudenim Sebut Pelaku Bukan dari Rohingya

Kondisi kaca pecah di Rusunawa Puspa Agro / sumber: Radar Sidoarjo - Image

Kondisi kaca pecah di Rusunawa Puspa Agro / sumber: Radar Sidoarjo

JawaPos.com – Fasilitas dan infrastruktur di Kantor Manajemen Apartemen Sederhana (Aparna) Rusunawa Desa Jemundo saat ini sedang dalam tahap perbaikan.

Sebelumnya, tempat tersebut mengalami kerusakan yang disebabkan oleh penghuni rusunawa yang merasa terganggu akibat padamnya listrik. Kabarnya, situasi serupa telah terjadi beberapa kali sebelumnya.

Kerusakan tersebut terjadi setelah sekitar 30 penghuni rusunawa melakukan tindakan perusakan, seperti memecahkan kaca pintu, jendela, dan pot bunga di dalam gedung.

Dikutip dari Jawa Pos Radar Sidoarjo pada Minggu (10/12), Kasubsi Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi Surabaya mewakili Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kabupaten Sidoarjo, Wahyu Tri Wibowo, mengatakan bahwa polisi telah mengamankan lokasi tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa para pengungsi sudah meninggalkan lokasi sebelum listrik kembali menyala, situasinya sudah kembali kondusif sejak Jumat (8/12) malam.

Namun, masih terdapat sisa-sisa kerusakan yang harus diperbaiki. Pada Minggu (10/12), seluruh kerusakan tersebut telah diperbaiki, termasuk penggantian kaca yang diperlukan.

Wahyu Tri Wibowo menjelaskan bahwa pelaku perusakan tersebut bukanlah pengungsi etnis Rohingya, melainkan pengungsi dari negara lain. Ini dikarenakan jumlah pengungsi Rohingya di rusunawa tersebut sangat sedikit.

Ia menjelaskan bahwa selama ini pengungsi Rohingya telah bekerja sama dengan pemerintah, bahkan tidak pernah mengadakan demonstrasi.

Kejadian-kejadian tersebut umumnya berskala kecil dan berhubungan dengan konflik antar pengungsi.

Ia juga menyebutkan bahwa pemenuhan kebutuhan pokok pengungsi, sebesar Rp 1,25 juta per bulan, diberikan oleh International Organization for Migration (IOM).

Selain itu, ada juga fasilitas kebutuhan medis jika ada pengungsi yang sakit, termasuk pembelian kacamata yang difasilitasi oleh pemerintah.

Hingga saat ini, total jumlah pengungsi di Rusunawa Puspa Agro mencapai 297 orang yang berasal dari berbagai negara, termasuk Afghanistan, Somalia, Nigeria, Iran, Irak, India, Pantai Gading, Siera Leone, Kamerun, dan Rohingya.

 ***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore