
Kondisi kaca pecah di Rusunawa Puspa Agro / sumber: Radar Sidoarjo
JawaPos.com – Fasilitas dan infrastruktur di Kantor Manajemen Apartemen Sederhana (Aparna) Rusunawa Desa Jemundo saat ini sedang dalam tahap perbaikan.
Sebelumnya, tempat tersebut mengalami kerusakan yang disebabkan oleh penghuni rusunawa yang merasa terganggu akibat padamnya listrik. Kabarnya, situasi serupa telah terjadi beberapa kali sebelumnya.
Kerusakan tersebut terjadi setelah sekitar 30 penghuni rusunawa melakukan tindakan perusakan, seperti memecahkan kaca pintu, jendela, dan pot bunga di dalam gedung.
Dikutip dari Jawa Pos Radar Sidoarjo pada Minggu (10/12), Kasubsi Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi Surabaya mewakili Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kabupaten Sidoarjo, Wahyu Tri Wibowo, mengatakan bahwa polisi telah mengamankan lokasi tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa para pengungsi sudah meninggalkan lokasi sebelum listrik kembali menyala, situasinya sudah kembali kondusif sejak Jumat (8/12) malam.
Namun, masih terdapat sisa-sisa kerusakan yang harus diperbaiki. Pada Minggu (10/12), seluruh kerusakan tersebut telah diperbaiki, termasuk penggantian kaca yang diperlukan.
Baca Juga: Warga Rohingya Diselundupkan dengan Cara Terdampar, Polisi Cari Dalang yang Rugikan Negara
Wahyu Tri Wibowo menjelaskan bahwa pelaku perusakan tersebut bukanlah pengungsi etnis Rohingya, melainkan pengungsi dari negara lain. Ini dikarenakan jumlah pengungsi Rohingya di rusunawa tersebut sangat sedikit.
Ia menjelaskan bahwa selama ini pengungsi Rohingya telah bekerja sama dengan pemerintah, bahkan tidak pernah mengadakan demonstrasi.
Kejadian-kejadian tersebut umumnya berskala kecil dan berhubungan dengan konflik antar pengungsi.
Ia juga menyebutkan bahwa pemenuhan kebutuhan pokok pengungsi, sebesar Rp 1,25 juta per bulan, diberikan oleh International Organization for Migration (IOM).
Selain itu, ada juga fasilitas kebutuhan medis jika ada pengungsi yang sakit, termasuk pembelian kacamata yang difasilitasi oleh pemerintah.
Hingga saat ini, total jumlah pengungsi di Rusunawa Puspa Agro mencapai 297 orang yang berasal dari berbagai negara, termasuk Afghanistan, Somalia, Nigeria, Iran, Irak, India, Pantai Gading, Siera Leone, Kamerun, dan Rohingya.
***

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
