
Pengungsi Rohingya di Sabang / sumber: Antara
JawaPos.com – Sejak 2017, lebih dari 740.000 individu etnis Rohingya telah terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.
Hal ini terjadi sebagai akibat dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh militer terhadap mereka.
Kampanye ini dipicu oleh serangan terkoordinasi pada pos-pos keamanan oleh kelompok 'Arakan Rohingya Salvation Army' (ARSA) pada 25 Agustus 2017.
Pasukan keamanan Myanmar telah melakukan tindakan pembunuhan terhadap ribuan orang Rohingya, melakukan pemerkosaan terhadap perempuan, menangkap laki-laki untuk disiksa, dan membakar ratusan rumah.
Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, warga Rohingya terus melarikan diri melintasi perbatasan, termasuk Indonesia.
Dikutip dari video YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (10/12), Jokowi menyatakan telah menerima laporan yang kuat mengenai dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait dengan kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh.
Ia menekankan bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah tegas terhadap para pelaku TPPO.
Selain itu, Jokowi juga mengomentari bantuan yang diberikan kepada pengungsi dengan mengutamakan kepentingan masyarakat lokal.
“Kami akan memberikan bantuan kemanusiaan sementara kepada pengungsi dengan memberikan prioritas kepada kepentingan masyarakat lokal,” ungkapnya.
Baca Juga: Selain Indonesia, 6 Negara Ini Juga Menjadi Tempat Bagi Pengungsi Rohingya Selama Berabad-Abad
Dikutip dari Antara pada Minggu (10/12), sebelumnya kepolisian telah berhasil mengungkap dan menetapkan seorang tersangka yang berperan dalam gelombang kedatangan pengungsi Rohingya ke Aceh pada November 2023.
Adanya kedatangan ratusan pengungsi Rohingya di Kabupaten Pidie ini ternyata bukan kejadian kebetulan, melainkan bagian dari rencana yang sengaja disusun.
Para pengungsi Rohingya ini diberangkatkan dari kamp pengungsian di Bangladesh menuju Indonesia dengan menggunakan kapal yang mengangkut ratusan orang.
Setelah sampai di perairan Aceh, mereka dengan sengaja ‘terdampar’ sebagai upaya untuk masuk ke Indonesia.
Kapolres Pidie, AKBP Imam Asfali SIK, mengungkapkan bahwa seorang warga negara Bangladesh bernama Husson Mukhtar (70) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
