Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Desember 2023 | 04.21 WIB

Warga Rohingya Diselundupkan dengan Cara Terdampar, Polisi Cari Dalang yang Rugikan Negara

Pengungsi Rohingya di Sabang / sumber: Antara - Image

Pengungsi Rohingya di Sabang / sumber: Antara

JawaPos.com – Sejak 2017, lebih dari 740.000 individu etnis Rohingya telah terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Hal ini terjadi sebagai akibat dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh militer terhadap mereka.

Kampanye ini dipicu oleh serangan terkoordinasi pada pos-pos keamanan oleh kelompok 'Arakan Rohingya Salvation Army' (ARSA) pada 25 Agustus 2017.

Pasukan keamanan Myanmar telah melakukan tindakan pembunuhan terhadap ribuan orang Rohingya, melakukan pemerkosaan terhadap perempuan, menangkap laki-laki untuk disiksa, dan membakar ratusan rumah.

Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, warga Rohingya terus melarikan diri melintasi perbatasan, termasuk Indonesia.

Dikutip dari video YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (10/12), Jokowi menyatakan telah menerima laporan yang kuat mengenai dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait dengan kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh.

Ia menekankan bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah tegas terhadap para pelaku TPPO.

Selain itu, Jokowi juga mengomentari bantuan yang diberikan kepada pengungsi dengan mengutamakan kepentingan masyarakat lokal.

“Kami akan memberikan bantuan kemanusiaan sementara kepada pengungsi dengan memberikan prioritas kepada kepentingan masyarakat lokal,” ungkapnya.

Dikutip dari Antara pada Minggu (10/12), sebelumnya kepolisian telah berhasil mengungkap dan menetapkan seorang tersangka yang berperan dalam gelombang kedatangan pengungsi Rohingya ke Aceh pada November 2023.

Adanya kedatangan ratusan pengungsi Rohingya di Kabupaten Pidie ini ternyata bukan kejadian kebetulan, melainkan bagian dari rencana yang sengaja disusun.

Para pengungsi Rohingya ini diberangkatkan dari kamp pengungsian di Bangladesh menuju Indonesia dengan menggunakan kapal yang mengangkut ratusan orang.

Setelah sampai di perairan Aceh, mereka dengan sengaja ‘terdampar’ sebagai upaya untuk masuk ke Indonesia.

Kapolres Pidie, AKBP Imam Asfali SIK, mengungkapkan bahwa seorang warga negara Bangladesh bernama Husson Mukhtar (70) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore