Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki meninggal dari puncak Gunung Marapi, Sumbar, pada Selasa (5/12).
JawaPos.com – Hingga tadi malam, tinggal satu pendaki Gunung Marapi yang dinyatakan hilang. Sebelas di antara 12 orang yang sempat dicari tim SAR gabungan akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal. Dengan demikian, jumlah korban mencapai 22 orang.
Tim SAR gabungan terus mengupayakan pencarian dan mengevakuasi korban meninggal. Padang Ekspres melaporkan, hingga pukul 21.10, sebanyak 17 di antara 22 jenazah pendaki sudah berhasil dievakuasi menuju Rumah Sakit Achmad Mochtar, Bukittinggi.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengatakan, operasi SAR untuk mencari dan mengevakuasi pendaki yang terjebak di Gunung Marapi berlangsung sejak kemarin (5/12) pagi. Satu per satu korban meninggal dievakuasi dari lokasi penemuan jenazah. Letaknya cukup dekat dengan puncak gunung tersebut. Proses evakuasi melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan berbagai komunitas.
Malik menyatakan, tim SAR gabungan melakukan evakuasi secara estafet. Karena itu, tim menyebar di beberapa titik. Ada tim yang mengambil jenazah dan tim yang menunggu jenazah. Seluruh korban meninggal langsung dimasukkan ke kantong jenazah. ”Dievakuasi ke bawah. Secara estafet, tim yang berada di bawah akan menyambut,” terang dia.
Aktivitas vulkanis Gunung Marapi yang terus terjadi hingga kemarin menjadi kendala yang dihadapi tim di lapangan. Sejak pagi hingga tengah hari kemarin, kata Malik, Marapi erupsi sebanyak lima kali. Disusul dengan hujan abu vulkanis di beberapa titik. ”Abu vulkanis juga turun sampai ke kaki bukit. Itu membuat visibility kurang,” bebernya.
Dia memastikan, selain evakuasi jenazah, pencarian satu pendaki yang masih hilang juga menjadi prioritas.
Secara terpisah, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan menyatakan, Gunung Marapi memiliki karakter yang sulit diprediksi. Buktinya, saat terjadi erupsi, tidak terdapat tanda-tanda sebelumnya. Tidak ada gempa yang tercatat sebelum terjadi erupsi. Gempa hanya terjadi sebulan sekali di Gunung Marapi.
Karena itu, semua pihak diharapkan patuh terhadap skenario tidak masuk ke radius 3 kilometer. Sebagaimana ketentuan sesuai dengan status gunung yang masuk kategori waspada.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, sesuai dengan data BPBD Kabupaten Agam, diketahui bahwa hujan abu masih terjadi di sejumlah kecamatan seperti Canduang, Sungai Pua, Ampek Angkek, dan Malalak.
Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto menjelaskan, erupsi Gunung Marapi memberikan dampak yang signifikan terhadap penerbangan di sekitar Sumatera Barat (Sumbar). Berdasar pengamatan PVMBG, semburan abu vulkanis mencapai ketinggian 5.891 mdpl. ”Kondisi ini mengakibatkan kode warna penerbangan menjadi merah,” ujarnya.
Terdata abu vulkanis bergerak ke arah utara hingga barat dengan intensitas yang pekat. Agar penerbangan aman, BMKG melalui meteorological watch office dan berdasar VAA menerbitkan SIGMET sebagai panduan bagi penerbangan yang melewati daerah terdampak. (idr/syn/c14/fal)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
