
Sejumlah pejabat menghadiri Silaturahmi Nasional Anak Bangsa yang digagas oleh FSAB
JawaPos.com - Sesuai dengan komitmen Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) untuk “Berhenti Mewariskan Konflik, Tidak Membuat Konflik Baru,” maka, menyongsong pelaksanaan Kampanye Pemilu 2024 yang akan berlangsung pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, FSAB bersama Ketua MPR RI dan LPP RRI menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Nasional Anak Bangsa.
Acara yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan itu digelar guna mewujudkan “Pemilu 2024 yang Damai dan Bermartabat” melalui penyelenggaraan Pemilu yang langsung, umum, bebeas, rahasia, jujur dan adil (Luber dan Jurdil). Kegiatan ini di gelar di Galeri Tri Prasetya, RRI, Jakarta Pusat.
Sebagai gerakan moral yang terus menyebarkan benih perdamaian ke berbagai penjuru tanah air, di dalam FSAB berkumpul berbagai anak cucu anggota TNI maupun anak cucu berbagai gerakan. Tujuan diselenggaranya kegiatan itu adalah merajut tali silaturahmi antara pemamngku kepentingan Pemilu 2024.Menegaskan dan memberikan dukungan kepada para penyelenggara Pemilu 2024 dan aparat keamanan agar dapat melaksanakan Pemilu 2024 secara Luber dan Jurdil guna mewujudkan Pemilu 2024 yang Damai dan Bermartabat.
Kemudian, menegaskan kepada para pihak yang berkontestasi pada Pilpres maupun Pileg untuk lebih mengedepankan kepentingan nasional dan persatuan bangsa serta tidak melakukan kampanye yang dapat menimbulkan konflik.
Dalam kontestasi Pemilu tahun 2024, berupaya membawa kepentingan nasional ke depan di atas kepentingan pribadi ataupun kepentingan kelompok dan juga mengajak kita semua untuk menjadikan pemilu 2024 damai dan bermartabat.
Dalam kesempatan tersebut Plh. Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen politik dan PUM) Kementerian Dalam Negeri Togap Simangunsong, mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam sambutannya menyampaikan, Mendagri, menekankan pentingnya mewujudkan Pemilu 2024 yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Togap menyebutkan bahwa Kemendagri telah bersinergi dengan pihak pengaman untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan integritas dalam kampanye pemilu yang akan berlangsung. ’’Pentingnya partisipasi pemilih pemula, dengan fokus pada persiapan data pemilih potensial, terutama generasi Z dan milenial, yang mencapai 56,5 persen dari total 204 juta pemilih,” ujar Togap. ’’Salah satu dukungan utama Kemendagri adalah upaya untuk meningkatkan tingkat partisipasi pemilih, dengan target lebih dari 79,5 persen,” tambahnya.
Selanjutnya, Togap menekankan data pemilih potensial menjadi fokus utama, sebagai antisipasi terhadap potensi konflik politik. Dia menyebutkan, lima provinsi dengan tingkat kerawanan pemilu tinggi, yaitu DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur. ’’Dalam mendukung mewujudkan pemilu yang damai dan bermartabat, Kemendagri berkomitmen untuk melaporkan setiap langkahnya kepada pimpinan sesuai dengan piagam kesepakatan bersama,” tandasnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
