
Staf Khusus Menkominfo, Sarwoto Atmosutarno saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional APJATEL di Jakarta, Rabu (29/11). (ANTARA/Fathur Rochman)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus berupaya meningkatkan kualitas konektivitas internet nasional agar bisa sejajar dengan negara-negara yangmemiliki kecepatan internet lebih baik.
Dilansir dari Antara pada Rabu (29/11), pernyataan tersebut disampaikan oleh Sarwoto Atmosutarno sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Stafsus Menkominfo di Jakarta, Rabu (29/11).
"Berbicara konektivitas nasional, saat ini cakupan dan kecepatan internet di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Jadi, pesan strategis dari Pak Menteri adalah tentang kecepatan," ujar Sarwoto.
Sarwoto menyebutkan berdasarkan pada laporan SpeedTest Global Index yang dirilis pada Oktober 2023, median kecepatan unduhan untuk fix broadband di Indonesia sebesar 28,28 Mbps. Statistik itu membuat Indonesia ada di peringkat 124 dari 182 negara.
Sementara itu, untuk median kecepatan unduhan mobile broadband, Indonesia berada pada peringkat 95 dari 142 negara dengan kecepatan 24,65 Mbps.
Sarwoto mengatakan bahwa peningkatan konektivitas jaringan internet nasional harus diutamakan untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.
Baca Juga: Percepat Pembangunan Sistem Digital Nasional, Ganjar-Mahfud Akan Hadirkan Internet Kuat dan Murah
Untuk meningkatkan konektivitas internet di Indonesia, ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi oleh pemerintah, di antaranya biaya penggelaran fiber optik yang mahal, sebaran fiber optik yang terkonsentrasi di kota besar, hingga kendala dalam hal perizinan.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, dibutuhkan upaya-upaya untuk mendorong fiberisasi secara luas, misalnya dengan mendefinisikan target baru, seperti mendefinisikan target kecepatan dan cakupan dalam jangka pendek hingga lima tahun ke depan.
"Kita juga perlu menyusun langkah-langkah dan strategi yang terukur dalam mencapai target tersebut hingga fase pelaksanaan dan monitoring evaluasi," ujar Sarwoto.
Sarwoto juga meminta Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) untuk terlibat aktif dalam mendukung penyusunan rencana induk infrastruktur telekomunikasi yang diinisiasi oleh Kementerian Kominfo.
"Melalui keterlibatan APJATEL kami yakin rencana pengembangan, pembangunan dan pemanfaatan infrastruktur telekomunikasi dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mengakselerasi transformasi digital nasional," pungkas Sarwoto.
***

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
