Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 November 2023 | 01.01 WIB

Setelah Insiden Kecelakaan Super Tucano, TNI-AU Benahi Prosedur Latihan Pesawat Tempur

BAHAN PENYELIDIKAN: Puing pesawat tempur TNI-AU yang jatuh di Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/11), kini sudah dievakuasi. - Image

BAHAN PENYELIDIKAN: Puing pesawat tempur TNI-AU yang jatuh di Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/11), kini sudah dievakuasi.

JawaPos.com – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan bahwa institusi TNI memberikan dukungan penuh kepada keluarga empat perwira yang gugur dalam tugas di Pasuruan, Jawa Timur.

Penegasan tersebut dia sampaikan di hadapan tiga kepala staf angkatan kemarin (20/11). Dia ingin putra dan putri empat perwira itu terus bersekolah.

Yudo telah menemui langsung anak-anak empat personel TNI-AU tersebut. Dia menyatakan bahwa mereka masih bersekolah. ”Sehingga, harapannya ke depan mereka bisa melanjutkan sekolah. Kami memberikan dukungan moril kepada keluarga,” ungkap dia.

Mengenai kelanjutan pemeriksaan penyebab kecelakaan tersebut, TNI-AU masih melakukan rangkaian investigasi. Kepala Dinas Penerangan TNI-AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI R. Agung Sasongkojati menyampaikan bahwa instansinya perlu waktu. Sebab, ada bagian pesawat yang tidak bisa dibaca di dalam negeri sehingga harus dikirim ke luar negeri.

AU memastikan bahwa sampai mereka menemukan data awal yang menunjukkan ada tidaknya kesalahan teknis, pesawat Super Tucano untuk sementara waktu tidak akan terbang.

Menurut Agung, Super Tucano merupakan salah satu pesawat yang andal dan mumpuni. Tidak heran, TNI-AU turut memaksimalkan potensi pesawat tersebut. Dalam berbagai misi, pesawat yang bermarkas di Malang itu dilibatkan.

”Kesiapannya cukup tinggi, pesawat dirawat dengan baik, suku cadangnya baik, sehingga tidak ada masalah di pesawat Super Tucano,” kata perwira tinggi bintang satu TNI-AU tersebut.

Dari investigasi dan pendalaman pascainsiden yang menyebabkan empat prajurit TNI-AU gugur, turut dilakukan evaluasi ke dalam. Termasuk yang terkait dengan prosedur pelaksanaan tugas. ”Jadi, tujuan investigasi adalah memperbaiki prosedur. Menambah prosedur atau mengurangi hal-hal yang tujuannya untuk keselamatan penerbangan,” jelasnya. (idr/syn/c7/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore