Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 April 2026 | 06.20 WIB

Pengembangan Pesawat Tempur KF-21 Boramae Indonesia-Korsel Tegaskan Kemitraan Strategis Kedua Negara

Pengembangan Pesawat Tempur KF-21 Boramae Indonesia-Korsel Tegaskan Kemitraan Strategis Kedua Negara - Image

Pengembangan Pesawat Tempur KF-21 Boramae Indonesia-Korsel Tegaskan Kemitraan Strategis Kedua Negara

JawaPos.com - Hubungan kerja sama bidang pertahanan antara Indonesia dengan Korea Selatan (Korsel) terus berjalan ke arah yang lebih baik. Terlebih setelah pengembangan pesawat tempur KF-21 Boramae terus berlanjut. Proyek tersebut menegaskan kemitraan strategis di antara kedua negara.

Pakar pertahanan dan hubungan internasional dari Binus University Curie Maharani menyampaikan bahwa dalam sektor pertahanan, kolaborasi pengembangan pesawat tempur KF-21 Boramae adalah proyek strategis bagi kemandirian industri pertahanan Indonesia.

”Pengembangan KF-21 tetap strategis meski mungkin manfaat yang akan didapat tidak sama seperti yang diperhitungkan di awal. Harapannya, penambahan mitra baru dalam pengembangan versi lanjutan KF-21 akan mengurangi cost share dan risiko kegagalan yang ditanggung kedua negara,” kata dia dalam keterangan resmi pada Kamis (23/4).

Keterangan itu disampaikan oleh Curie dalam acara pembukaan Lomba Menulis yang diselenggarakan oleh Indonesia Strategic and Defence Studies (ISDS) bertajuk Kemitraan Strategis RI-Korsel 2026: Pertahanan, AI, dan Pengembangan SDM di Jakarta.

”Meski Indonesia dan Korsel sama-sama bukan negara inovator teknologi pertahanan, Korsel bernilai strategis bagi Indonesia sebagai penyuplai, pemadu utama, dan kolaborator norma,” terang dia.

Di luar pengembangan pesawat tempur generasi baru, Indonesia dan Korsel memiliki kerja sama strategis pada bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM). Semua itu punya penting bagi penguatan posisi nasional Indonesia di tengah dinamika keamanan Indo-Pasifik.

Menurut Curie, AI dan keamanan siber kini menjadi variabel utama dalam menentukan kekuatan nasional suatu negara. Teknologi tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan militer, melainkan juga menjadi fondasi daya saing ekonomi.

Pengalaman konflik modern seperti perang yang sudah terjadi di Ukraina dan Gaza, lanjut Curie, menunjukkan bahwa AI dan sistem siber memberikan keunggulan dalam pengumpulan data, analisis cepat, serta perluasan cakupan target operasi militer.

”Ada banyak faktor yang memengaruhi sukses atau gagalnya. Bukan hanya meniscayakan keahlian dan pengetahuan SDM untuk menjembatani kolaborasi dan alih teknologi, tetapi juga rasa saling percaya dan memahami budaya kerja masing-masing bangsa. Inilah kenapa pertukaran budaya dan pengembangan SDM menjadi strategis,” jelasnya.

Dalam perspektif kepentingan nasional Indonesia, kerja sama strategis dengan Korsel membawa berbagai potensi. Salah satu diantaranya adalah menjadi sumber akses bagi Indonesia untuk mendapatkan teknologi berstandar barat dari tangan kedua.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore