Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 November 2023 | 17.40 WIB

Hashim Ungkap Prabowo Pernah Gagalkan Korupsi Rp 51 T, Harga Senjata Di-Mark up 1250 Persen

Bacapres Prabowo Subianto menyebut Indonesia pada masa depan tidak perlu lagi impor bahan bakar minyak (BBM). - Image

Bacapres Prabowo Subianto menyebut Indonesia pada masa depan tidak perlu lagi impor bahan bakar minyak (BBM).

 
JawaPos.com - Wakil Dewan Pengarah TKN, Hashim Djojohadikusumo menceritakan Prabowo Subianto pernah melaporkan berhasil mencegah korupsi senilai Rp 51 triliun di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Peristiwa ini terjadi pada awal-awal Prabowo menjabat sebagai Menhan.
 
"Waktu pak Prabowo diangkat sebagai menteri pertahanan, bulan-bulan pertama, di atas meja dia ada kontrak-kontrak yang harus dia tanda tangani senilai Rp 51 triliun," kata Hashim kepada wartawan, Kamis (16/11).
 
Hashim saat itu melihat telah terjadi penambahan harga pembelian barang begitu besar. Dia bahkan tak habis fikir, ada anggaran semacam itu.
 
 
"Dan waktu itu kami sudah dapat laporan, saya dapat laporan, di kontrak ini korupsi mark up-nya gila. Ini lebih gila, ini gila, ini gila, gilanya memang melampaui gila," ucapnya.
 
"Ada satu kontrak mark up-nya 1.250 persen. Ada satu senjata harga pabrik 800 dolar satu senjata senapan canggih, yang datang ke mejanya Prabowo harganya 10.800 dolar," imbuhnya.
 
Karena mengungkap rencana korupsi ini, Prabowo mendapat cibiran 'Prabocor'. Namun, di balik itu, Hashim menilai ada pihak yang begitu serakah mengambil uang negara.
 
"Kerakusan di Indonesia ini sudah melampaui batas. Batas yang gila, lebih gila lagi. Ini adalah uang kalian, uang yang mau dirampok adalah is your money," jelasnya.
 
Hashim menyampaikan, Prabowo pun sepakat untuk membatalkan seluruh kontrak tersebut. Padahal, jika kakaknya memiliki niat jahat, dia bisa mendapat keuntungan besar dengan meloloskan kontrak tersebut.
 
"Dia batalkan semua kontrak. Dia batalkan kontrak-kontrak senilai Rp 51 triliun. Daripada dia merestui korupsi karena dia sudah tahu ini korupsi. Maaf kalau dia jahat, dia minta aja 1 persen dari rekanan, satu persen dari Rp 51 triliun berapa? Rp 510 M, bisa paham kan? Kalau dia minta 5 persen saja, Rp 2,5 T bukan?" kata Hashim.
 
"Prabowo menolak godaan, saya bersaksi, saya saksi. Dia selamatkan uang kalian, your money, itu uang kalian. Dia selamatkan, ya Rp 15 - 20 T dari tangan-tangan koruptor," pungkasnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore