Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 November 2023 | 05.15 WIB

Ahli Indonesia Khawatir dengan Pembuangan Air Limbah Nuklir Jepang ke Samudera Pasifik

Papan peringatan di Pantai Tsurishihama di Kota Shinchi, Prefektur Fukushima, Jepang, Selasa (22/8). - Image

Papan peringatan di Pantai Tsurishihama di Kota Shinchi, Prefektur Fukushima, Jepang, Selasa (22/8).

JawaPos.com–Pada Kamis (2/11), Jepang memulai gelombang ketiga pembuangan air radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang rusak. Pembuangan limbah itu dilakukan menuju ke Samudra Pasifik.

Pelepasan air limbah nuklir Fukushima tahap ketiga itu akan berlangsung hingga 20 November. Pembuangan air limbah nuklir di laut memiliki potensi merusak ekosistem laut secara serius. Air laut yang terkontaminasi radioaktif bisa mengganggu organisme laut. Termasuk di dalamnya ikan, moluska, dan alga yang berperan penting dalam rantai makanan laut.

Hal itu berdampak pada kelangsungan hidup spesies laut dan menyebabkan gangguan pada keseimbangan ekosistem. Selain itu, dampak lingkungan dari limbah radioaktif yang terus-menerus masuk ke dalam laut, dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Bahkan hingga puluhan tahun. Itu berarti, kerusakan ekosistem laut yang diakibatkan pembuangan limbah nuklir dapat menjadi ancaman jangka panjang terhadap ekosistem laut yang rapuh.

Ahli Utama Bidang Oseanografi Terapan dan Manajemen Pesisir pada Pusat Riset Iklim dan Atmosferm, BRIN Widodo Setiyo Pranowo mengatakan, langkah Pemerintah Jepang itu perlu dikaji serius. Pembuangan air limbah nuklir Fukushima ke laut, perlu diwaspadai Pemerintah Indonesia.

Widodo menilai, pemerintah harus mencari tahu secara aktif bentuk dari limbah yang telah dibuang ke laut. Sebab, bentukan limbah itu sangat memengaruhi potensi pencemaran pada ekosistem kelautan.

”Kekhawatiran yang pertama, apabila limbah nuklir dalam bentuk cair (liquid), probabilitas disebarkan arus kemudian mencemari kemana-mana bisa terjadi,” terang Widodo.

”Atau, apabila limbah nuklir sudah ditempatkan pada drum atau kontainer tertutup rapat, pertanyaan riset yang muncul adalah kontainer atau drum tersebut dibuang ke dasar laut dengan kedalaman berapa kilometer. Dikhawatirkan, drum atau kontainer bisa leaking karena mendapatkan tekanan yang melebihi kapasitasnya, kemudian terjadi kebocoran,” imbuh Widodo.

Muhammad Dhandang Purwadi, ahli lingkungan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) juga khawatir dengan dampak pembuangan air limbah nuklir itu terhadap kesehatan manusia. Sebab, paparan radiasi bagi manusia dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Termasuk kanker, gangguan tiroid, dan penyakit lain yang terkait dengan paparan radiasi.

Sebelumnya, pada 2019, bahan radioaktif telah terdeteksi pada produk maskara dan eyeliner Jepang yang populer. Itu mendorong Kementerian Keamanan Makanan dan Obat Korea Selatan untuk menangguhkan penjualan dan memerintahkan pengembalian produk tersebut.

Menurut Dhandang, temuan itu perlu diperhatikan dengan cermat. Mengingat, radioisotop yang dideteksi adalah tritium. Tritium adalah isotop hidrogen yang berbentuk cairan, dan ketika digunakan dalam produk kosmetik, seperti maskara dan eyeliner, menjadi sangat membingungkan.

”Produk kosmetik yang mengandung tritium menjadi perhatian serius. Karena radiasi ini dapat berdampak pada kesehatan manusia, terutama perempuan yang menggunakan kosmestik sehari-hari. Jika terkontaminasi tritium, manusia akan terus-menerus terpapar radiasi ini,” ujar Dhandang.

Dhandang menegaskan, Pemerintah Indonesia seharusnya mempertimbangkan larangan impor makanan dan kosmetik dari Jepang sebagai tindakan proaktif.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore