
Suasana Taman Fatahillah di Kota Tua, Jakarta. Pada H+3 Hari Raya Idul Fitri kawasan cagar budaya tersebut dipadati wisatawan dari Jakarta maupun daerah-daerah lain di sekitarnya. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengambil inisiatif untuk memajukan seni dan budaya. Salah satunya, membentuk unit khusus untuk mewadahi museum dan cagar budaya (MCB).
Koordinator Museum dan Galeri MCB Kemendikbudristek Pustanto menjelaskan, unit ini membawahkan museum dan cagar budaya di Ditjen Kebudayaan. Tugasnya adalah memfasilitasi sinergi antara pelestarian, pemanfaatan, dan pengelolaan koleksi melalui penelitian dan pengembangan demi meningkatkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Setidaknya ada 18 unit museum dan 34 cagar budaya milik pemerintah yang kini dikoordinasikan langsung melalui unit khusus ini. "Ini akan dijalankan dengan sistem badan layanan umum (BLU)," ujarnya dalam Faber-Castell Art Festival 2023 di Jakarta kemarin (1/11).
Unit ini resmi terbentuk sejak September 2023. Diharapkan, transformasi kelembagaan ini dapat menarik dukungan dan partisipasi aktif publik dari berbagai golongan dan kalangan. Bukan hanya dukungan publik di dalam negeri, tetapi juga kolaborasi-kolaborasi internasional.
"Termasuk bekerja sama dengan pihak swasta untuk menyiapkan panggung, fasilitas, dan tempat. Jadi, masyarakat bisa menyalurkan ide serta kreativitasnya," ungkapnya.
Kerja sama ini pun telah dimulai dengan pihak swasta melalui pelatihan guru TK. Managing Director Faber-Castell International Indonesia Yandramin Halim mengungkapkan, pihaknya telah melatih lebih dari 7 ribu guru TK di seluruh Indonesia. "Awalnya hanya sekitar 500 guru TK, lalu terus bertambah tiap tahunnya," paparnya di tempat yang sama. (mia/c14/bay)
