Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Oktober 2023 | 17.29 WIB

Kucurkan dana Zakat untuk Bantu Ribuan Pekerja Migran di Malaysia

 
 

Ilustrasi: Petugas Amil Zakat melayani umat Islam yang membayar zakat

 
JawaPos.com - Masyarakat Indonesia di luar negeri, bakal ikut merasakan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). KBRI di Kuala Lumpur bekerjasama dengan Baznas, untuk penyaluran dana zakat bagi pekerja migran Indonesia (PMI) yang membutuhkan di Malaysia. Saat ini banyak WNI di Malaysia yang hidup dalam kesusahan atau kemiskinan. 
 
Kerjasama kedua pihak dilakukan di Kuala Lumpur pada Rabu (18/10). Wakil Kepala Perwakilan/Deputy Chief of Mission KBRI Kuala Lumpur Rossy Verona mengatakan, saat ini terdapat 450 ribu PMI yang terdata. Menurut dia jumlah PMI di lapangan bisa jauh lebih banyak, kemungkinan tiga kali lipatnya. 
 
Menurut Rossy, tugas dan fungsi Baznas dalam penanggulangan kemiskinan sangat relevan dengan tugas KBRI dalam perlindungan PMI. "Permasalahan yang dialami PMI di Malaysia sangat banyak, namun anggaran untuk mengatasinya masih terbatas," kata Rossy saat menerima kunjungan Baznas di KBRI Kuala Lumpur. 
 
Oleh karena itu, KBRI menyambut baik kehadiran Baznas untuk bersama-sama mengatasi persoalan PMI di Malaysia tersebut. Rossy lantas merinci sejumlah persoalan yang kerap dihadapi PMI di Malaysia. Pertama, masalah pendidikan anak-anak PMI yang dalam peraturan Malaysia masih sulit untuk mendapatkan pendidikan formal, terutama karena masalah legalitas kewarganegaraan.
 
"Selama ini KBRI mendirikan sanggar belajar sebagai solusi pendidikan anak-anak ini. Gaji guru ditanggung secara gotong-royong oleh para PMI," ujar Rossy. Untuk beberapa wilayah, Pemerintah Indonesia telah mengembangkan Community Learning Centre (CLC) untuk memfasilitasi pendidikan anak-anak PMI di Malaysia, namun jumlahnya masih terbatas.
 
 
Selain masalah pendidikan, tempat penampungan PMI yang kondisinya tidak layak juga menjadi persoalan. Terutama masalah kesehatan. Shelter bagi ibu dan anak melampaui kapasitas, begitu pula bangunan kontainer untuk para PMI pria. Persoalan ketiga, imbuh Rossy, yaitu terkait dengan penanganan anak buah kapal (ABK) yang kerap mengalami permasalahan.
 
Ketua Baznas Noor Achmad mengatakan, mereka memiliki berbagai program yang dapat diterapkan untuk membantu para PMI di Malaysia. Termasuk program pendidikan dan kesehatan. "Jika melihat persoalan-persoalan yang dihadapi para PMI di Malaysia, program-program Baznas untuk bidang pendidikan dan kesehatan dapat dilakukan," kata Noor.
 
Dia mengatakan, kedua pihak telah membahas sejumlah rencana pemanfaatan dana zakat, infak dan sedekah untuk membantu berbagai persoalan pekerja migran di Malaysia. Di samping itu, Baznas juga terus menjalin komunikasi produktif dengan Kementerian Luar Negeri terkait hal tersebut. Kehadiran Baznas di KBRI Kuala Lumpur Malaysia merupakan rangkaian kunjungan kerja untuk menghadiri konferensi internasional World Zakat and Waqf Forum (WZWF) tahun 2023 yang diselenggarakan di Kedah, Malaysia.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore