Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Oktober 2023 | 00.30 WIB

Jasad Mirna Shalihin Tak Diotopsi? Edi Darmawan Meradang Beberkan Tangan Para Dokter Berlumur Darah

Edi Salihin memberikan keterangan terkait kontroversi apakah jasad (alm) Mirna Salihin di otopsi atau tidak.

JawaPos.com - Setelah film Ice Cold tayang di Netflix, kasus Jessica kopi sianida kembali jadi buah bibir di tengah-tengah masyarakat.

Film Ice Cold menguak berbagai fakta baru, yang membuat masyarakat mempertanyakan kembali kasus yang dinilai menyudutkan Jessica wongso.

Bahkan, fakta dan kebenaran terkait tubuh korban, Mirna Salihin, diotopsi atau tidak kini jadi hal yang dicurigai masyarakat. 

Menurut ayah korban, Edi Daramawan Salihin, jasad putrinya Mirna diotopsi. Hal itu ia sampaikan melalui Youtube Karni Ilyas Club pada 7 Oktober kemarin.

Ia mengatakan, yang melakukan otopsi terhadap tubuh Mirna adalah dr. Slamet Musyafak dan dua orang anak Universitas Indonesia.

“Pas itu malam Pak Slamet Musyafak, ada lagi anak UI dua. Saya ke dalam, tapi tidak enak dengan banyaknya polisi, dia bilang ‘Pak Edi di luar aja deh, soalnya masalahnya bisa dibedah-bedah nih’,” kata Edi Salihin.

Ia mengaku tidak sempat melihat langsung jasad Mirna diotopsi, karena permintaan aparat yang menganjurkannya tidak menyaksikan langsung proses otopsi.

Namun ia memastikan, bahwa proses otopsi sudah dilakukan, dan hasilnya menunjukkan terdapat sianida di dalam tubuh Mirna.

“Tapi yang jelas itu dokter keluar, itu tangannya darah semua itu. Dia buka perut Mirna. Dia ambil sampel-sampel,” kata Edi Salihin.

Dari pembedahan yang dokter lakukan, ditemukan organ pencernaan mengalami korosi atau kerusakan paling parah.

Selain itu, Edi mengatakan, hasil pembedahan berupa gambar yang dokter perlihatkan menunjukkan warna merah, sebagai efek dari sianida.

“Pencenaan itu sudah korosi berat dikasih lihat saya, terus ada kain putih ditaruh di meja gitu, dia bilang ‘Ini Ed, saya sih curiga racunnya Sianida tapi jangan diputuskan dulu karena harus ke Labkrim (laboratorium kriminal),” kata Edi mempraktekkan perkataan dokter.

Jadi menurut ayah Mirna, otopsi itu dilakukan sesuai dengan aturan, bermula dari pengambilan sampel, kemudian jika tidak menemukan sesuatu baru ditindaklanjuti dengan otopsi.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore