Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Oktober 2023 | 16.43 WIB

Jokowi Instruksikan Jajarannya Lakukan Pemetaan Antisipasi Dampak El Nino

Presiden Jokowi menyoroti ASN dan Dinas yang suka belanja produk impor menggunakan uang APBD atau APBN./Youtube Sekretariat Presiden - Image

Presiden Jokowi menyoroti ASN dan Dinas yang suka belanja produk impor menggunakan uang APBD atau APBN./Youtube Sekretariat Presiden

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk melakukan pemetaan secara komprehensif persoalan yang terkait dengan dampak fenomena El Nino di Indonesia. Fenomena yang perlu diantisipasi di antaranya mulai dari kekeringan, kekurangan air bersih, gagal panen, hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam keterangan pers, usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Mitigasi Dampak Fenomena El Nino di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/10).
 
“Intinya arahan yang disampaikan Bapak Presiden ada tiga hal, yaitu pertama, pemetaan persoalan secara komprehensif; yang kedua, fokus untuk strategi tersedianya air; dan yang ketiga, daerah sentra produksi pangan agar dicek terus-menerus untuk kecukupan air,” ujar Siti.
 
 
Siti mengungkapkan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono telah mengidentifikasi sumber-sumber air untuk menyuplai air terutama untuk lahan pertanian.
 
“Tadi Menteri PU melaporkan bahwa dari kurang lebih 114 danau, kemudian 323 situ/ranu, maupun embung, itu kira-kira antara 60 sampai 80 persen masih efektif, jadi masih bisa teratasi,” ungkap Siti.
 
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi mengatakan bahwa saat ini persediaan pangan di tanah air masih dalam kondisi cukup stabil.
 
 
“Ada beberapa penurunan produksi utamanya di sektor tanaman pangan yang sangat terdampak sekali dengan adanya El Nino dan musim kemarau yang lebih panjang dari perkiraan sebelumnya, cuma situasi peternakan, perkebunan kita, pertanian kita, baik itu tanaman pangan maupun hortikultura sementara ini cukup baik,” ucap Harvick.
 
Untuk mengantisipasi dampak dari penurunan produksi beras, kata Harvick, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya di antaranya dengan melakukan impor beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP).
 
“Jadi, untuk menekan harga di pasar kita coba siasati dengan membanjiri produk, mudah-mudahan ini cukup efektif. Kita lakukan bersinergi dengan kementerian/lembaga lain, utamanya Kemendag [Kementerian Perdagangan] juga dengan Bapanas (Badan Pangan Nasional),” pungkas Harvick. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore