TikTok Shop resmi dilarang pemerintah untuk beroperasi di Indonesia.
JawaPos.com - Permasalahan TikTok Shop yang dianggap mematikan UMKM, terutama di Pasar Tanah Abang kini telah menimbulkan pro kontra di kalangan warganet.
Pasalnya, pemerintah dengan tegas mengambil keputusan untuk melarang social commerce, seperti TikTok Shop, Instagram, dan Facebook melakukan transaksi jual beli di Indonesia.
Alhasil, keputusan pemerintah membuat TikTok Shop yang kini menjadi primadona para pengusaha untuk melakukan transaksi jual beli terancam dihapuskan.
Akan tetapi, apabila dilihat melalui perizinan yang diajukan kepada pemerintah, nyatanya TikTok hanya mengantongi izin sebagai platform media sosial dan bukan untuk menjalankan transaksi bisnis.
Hal tersebut juga telah diperjelas oleh Menteri Investasi atau Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, pada Selasa (26/9).
“Izin yang dipakai oleh TikTok itu kan bukan izin untuk melakukan bisnis, dia sosmed (sosial media),” ucapnya dikutip JawaPos melalui Antara.
Bahkan, Bahlil Lahadalia juga tidak segan menegaskan bahwa pemerintah akan mencabut izin media sosial TikTok jika tetap melakukan kegiatan jual beli.
Kendati demikian, dari keputusan tersebut warganet mengeluarkan pandangannya terkait permasalah yang saat ini sedang ramai. Tak banyak warganet yang mendukung keputusan pemerintah dan bahkan memberikan masukan.
“Bikin lah marketplace baru terpisah dr medsos!!! Namain aja tiktokshop! Yg penting terpisah! Udah bener medsos cuman boleh iklanin! Lu yg skrg ngebela ga tau strategi utama tiktok shop kyk apa! Pertama emang umkm, nanti kl ud menguasai bakalan tersingkir umkmnya!!,” tulis salah satu warganet di media sosial X.
“Mmg skrng org lebih suka belanja online tapi bukan itu masalahnya, hrg di TikTok menghancur harga pasar,, hrg di TikTok sama di Shopee aja jauh lebih murah di TikTok, mngkin itu salah satu yg ingin diperbaiki pemerintah,” ucap warganet lainnya.
Namun, adanya keputusan ini justru membuat warganet Indonesia merasa bahwa ditutupnya TikTok Shop tidak akan membuat Pasar Tanah Abang ramai.
Lantaran yang menjadi permasalahan menurut warganet adalah daya beli masyarakat yang sudah mulai menurun untuk berbelanja secara offline.
“TikTok Shop ditutup juga nggak bakal bikin tanah abang rame sih, wong masalah utamanya ada pada daya beli yang turun. Hampir semua sektor ini,” ujar aku X @ridwanhr.
“Setuju, Kak. Sebenernya solusi bukan blokir TikTok Shop, karna masalahnya bukan cuma di TikTok Shop aja. Masalahnya lebih kompleks ketimbang cuma blokar blokir,” tulis akun X @incifetaria.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
