Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 November 2019 | 20.48 WIB

60 Tahun Indonesia-Vietnam, Foto Soekarno dan Paman Ho Dipamerkan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pemerintah Indonesia menggelar perayaan 60 tahun hubungan diplomatik dengan Vietnam. Perayaan tersebut ditandai dengan pameran foto yang menampilkan proklamotor Indonesia Ir Soekarno dan Bapak Bangsa Vietnam Ho Chi Minh saling bertukar kunjungan pada 1959 silam.

Pameran yang digelar di Gedung Arsip Nasional, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat itu dibuka oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dan Wamenlu Vietnam Bui Thanh Son. Hadir pula Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo. Acara didukung penuh oleh Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Hasto menyampaikan, Bung Karno dan Ho Chi Minh mendasarkan hubungan keduanya dalam semangat membangun persaudaraan dunia, ditandai dengan prinsip kemerdekaan hak segala bangsa. Keduanya lalu memelopori sebuah gerakan di dalam mewujudkan tata dunia baru yang berkeadilan, damai, dan tidak ada penjajahan antarbangsa.

"Keduanya menunjukkan bagaimana semangat persahabatan yang sejati dibangun di antara kedua pemimpin. Dan hasilnya kita hadir sebagai bangsa yang disegani di dunia dan punya prinsip-prinsip sebagai negara yang berdaulat," kata Hasto di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Jumat (8/11).

Sementara itu, Menlu Retno Marsudi menjelaskan bahwa pertukaran kunjungan antara kedua tokoh itu punya makna fundamental. Sebab itulah yang mendasari persahabatan antara kedua negara yang berlangsung hingga saat ini.

"Persahabatan tak bisa dibangun dalam satu malam saja. Dalam konteks ini, persahabatan pendiri negara kita Bung Karno dan Presiden Vietnam Bapak Ho Chi Minh punya arti strategis," ucap Retno.

Dalam perayaan hubungan diplomatik ke-60 tahun, Retno menilai saat ini Indonesia dan Vietnam memiliki peran strategis. Yakni sama-sama menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB.

"Ini bukan pertama kalinya, karena kita juga pernah sama-sama pada 2008. Maka itu kami sangat bahagia bisa ikut merayakan hubungan ini. Dan tentu kita harus berterima kasih kepada Ibu Megawati Soekarnoputri yang telah selalu mendukung terselenggaranya acara ini," imbuhnya.

Menlu Retno mengutip sebuah pernyataan legendaris dari Bung Karno sebagai pemaknaan atas esensi pameran itu. "Bahwa kita tak boleh sekali-kali melupakan sejarah. Karena sejarah inilah yang mengubah dan menentukan siapa kita saat ini," sebut Menlu Retno.

Sementara itu, Wamenlu Vietnam Bui Thanh Son mengapresiasi peringatan hubungan persahabatan tersebut. Menurut dia, Indonesia selalu berada di sisi Vietnam dalam memperjuangkan kemerdekaannya sejak awal.

"Bung Karno memainkan peran penting dalam mempromosikan kemerdekaan di negara Asia dan Afrika, termasuk Vietnam, melalui semangat Konferensi Asia-Afrika 1955. Semangat konferensi itu yang mendorong Paman Ho dalam mendorong kemerdekaan Vietnam," kata Bui Thanh Son.

"Kami harap ini bisa membantu anak muda saat ini untuk mengerti dan menghargai persahabatan dan kerja sama strategis antara Indonesia dan Vietnam, dan selalu menjaganya ke depan," tutupnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore