Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Agustus 2023 | 00.44 WIB

Tes Ujian Praktik SIM Motor Diubah, Kini Hanya Jadi Satu Sirkuit dengan 5 Tahapan

Warga mengendarai sepeda motor saat uji coba  ujian praktik SIM di Satpas Polda Metro Jaya, Jalan Daan Mogot, Jakarta, Jumat (4/8/2023). - Image

Warga mengendarai sepeda motor saat uji coba ujian praktik SIM di Satpas Polda Metro Jaya, Jalan Daan Mogot, Jakarta, Jumat (4/8/2023).

 
JawaPos.com - Korps Lalu Lintas Polri merombak metode tes uji pembuatan SIM C atau kendaraan motor roda dua. Tak hanya meniadakan trek zig-zag dan angka 8. Kini, lima bagian tes uji praktik ini digabungkan dalam satu sirkuit. 
 
"Kalau sebelumnya kita ini hanya menguji per item, sepotong-potong, sekarang ini kita rangkai sedemikian rupa seperti masyarakat kalau berjalan di jalan raya," ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi kepada wartawan di Satpas Polda Metro Jaya, Jumat (4/8).
 
Pantauan JawaPos.com di lokasi, dalam satu sirkuit itu terdapat lima tantangan yang mesti dilewati para pemohon SIM. Tantangan pertama berupa jalan lurus. Dalam tes ini, kaki pemohon tak boleh menginjakkan kaki ke tanah.
 
Selanjutnya, pada tantangan kedua, pemohon mesti melewati ujian untuk mengerem. Di rute tersebut, terlihat ada tulisan REM dan di depannya ada kotak kuning sepanjang 300 cm. 
 
Untuk lolos di tahap itu, pemohon harus berhenti sebelum kotak kuning tersebut. Nantinya, di lokasi tersebut akan ada lampu lalu lintas untuk maju maupun berhenti.
 
 
Pada tahap ketiga, sirkuit itu akan menyajikan rute untuk putar balik. Untuk lolos di tahap itu, pemohon mesti memutar balik tanpa kaki turun ke tanah. 
 
Setelah itu, di tahap keempat rute langsung dilanjutkan dengan sirkuit berbentuk S. 
 
 
Tahapan terakhir, pemohon akan melewati jalan lurus yang akan berhadapan dengan dua persimpangan. Untuk melewati tes itu, pemohon harus mengerem saat berhadapan dengan persimpangan untuk selanjutnya belok ke kiri ataupun ke kanan tanpa kaki menyentuh tanah.
 
"Ini sudah hasil masukan dari beberapa pakar dan beberapa negara juga tidak seluruhnya menggunakan angka 8, tapi ada huruf S. Jadi kita coba akomodir apa yang menjadi perbandingan tadi," pungkas Firman.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore