
Penampakan Taksi Green SM yang berbasis VinFast e34 yang tertabrak KRL Commuterline dii Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) merenggut 16 nyawa dan menyebabkan puluhan korban luka-luka. Insiden mematikan itu disikapi serius oleh semua pihak. Termasuk Korlantas Polri. Pekan depan mereka memanggil seluruh perusahaan taksi yang menggunakan kendaraan listrik sebagai armada.
Langkah itu diambil karena kecelakaan yang melibatkan KRL dan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di jalur arah Cikarang diawali temperan KRL dengan taksi listrik Green SM pada jalur sebaliknya. Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal memastikan bahwa surat panggilan sudah dilayangkan pekan ini.
”Dengan kejadian ini, minggu depan kami sudah melayangkan surat kepada seluruh pengusaha taksi atau mobil penumpang, taksi terutama yang sekarang menggunakan kendaraan listrik, untuk kami kumpulkan,” kata dia dikutip pada Jumat (1/5).
Menurut Brigjen Faizal, langkah itu diambil dengan tujuan memberikan edukasi dan mengingatkan perlunya standar operasional prosedur (SOP) dalam situasi seperti diami oleh sopir taksi Gren SM di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur. Dia memastikan, dalam kegiatan tersebut akan dihadirkan seluruh ATPM kendaraan listrik di Indonesia.
”Kami akan memberikan edukasi terkait masalah bagaimana SOP, dengan melibatkan tentunya dari regulator atau dari dealer ATPM. Bagaimana mengatasi apabila terjadi (kendaran berhenti di perlintasan sebidang),” ujarnya.
Lewat agenda tersebut, Korlantas Polri berharap tidak terjadi lagi kecelakaan di atas perlintasan sebidang. Bila merujuk insiden di Bekasi Timur, sopir taksi meninggalkan kendaraan persis di tengah-tengah rel. Akibatnya, tabrakan tidak terhindarkan. Buruknya, kecelakaan itu memicu kecelakaan lain yang akhirnya menyebabkan belasan korban meninggal dunia.
Sebelumnya diberitakan bahwa penyelidikan dan penyidikan kecelakaan tersebut pelan-pelan mengungkap fakta. Salah satunya terkait dengan sopir taksi listrik Green SM berinisial RPP yang belum lama bekerja. Berdasar temuan penyidik Polda Metro Jaya, dia mulai bekerja sebagai sopir taksi berkelir hijau menyala itu sejak 25 April 2026. Artinya dia baru bertugas 2 hari.
”Keterangan driver ataupun sopir taksi online yang sudah dimintai keterangan bahwa yang bersangkutan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026. Jadi, baru beberapa hari sebelum kejadian (kecelakaan kereta),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
Kepada polisi, RPP mengakui bahwa dirinya hanya menjalani pelatihan selama satu hari. Pelatihan itu terkait dengan cara dan langkah-langkah mengendarai taksi listrik buatan Vietnam tersebut. Mulai cara menghidupkan kendaraan, mematikan kendaraan, sampai pelatihan dasar lainnya. Budi memastikan, temuan itu akan didalami oleh penyidik.
”Itu masih didalami oleh teman-teman penyidik. Kami juga akan nanti update kepada rekan-rekan,” ujarnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
