
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Istana Negara, Sabtu (24/10).
JawaPos.Com - Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan dengan pendahulunya, Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Sabtu (24/10) siang. Pertemuan selama dua jam berbentuk jamuan makan siang itu tak melulu membahas masalah serius, tetapi juga menjadi gayeng karena membicarakan hal-hal ringan.
Selain Jokowi -sapaan Joko Widodo- dan Megawati, ada pula dua tokoh lain yang ikut pertemuan itu. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto ikut pertemuan itu untuk mendampingi Megawati.
Sedangkan Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang pernah menjadi sekjen di PDIP. Praktis, pertemuan itu hanya diikuti empat tokoh penting di partai pemenang pemilu 2014 tersebut.
Hasto menuturkan, Megawati sempat berbicara tentang pengalaman masa kecilnya di Istana. Maklum, Megawati sebagai putri Presiden RI pertama, Soekarno tentu pernah tinggal di Istana Negara. “Ibu Megawati banyak menceritakan tentang masa kecilnya tinggal di Istana," kata Hasto, Sabtu (24/10).
Hasto menuturkan, Megawati bercerita tentang pengalamannya tak mau mengenakan sepatu saat ke sekolah di taman kanak-kanak (TK). Kisahnya bermula ketika gazebo di halaman belakang istana dijadikan TK. Murid-muridnya adalah putra-putri staf kepresidenan yang tinggal di samping Istana Negara.
Ternyata ketika pada hari pertama masuk TK, Megawati menjadi satu-satunya yang bersepatu. “Melihat kondisi itu saya tidak mau lagi pakai sepatu, karena anak-anak yang lain tidak pakai sepatu,” ujar Hasto menirukan ucapan Megawati dalam pertemuan dengan Jokowi.
Bung Karno pun akhirnya membelikan sepatu baru untuk seluruh murid TK di kompleks istana. “Sepatunya persis dengan sepatu yang saya pakai,” tutur Hasto lagi-lagi menirukan Megawati.
Dari situ Megawati juga mendapatkan pelajaran penting dari Bung Karno. Yakni tentang rasa hormat dan berbagi dengan sesama. TK di gazebo halaman istana dan sepatu baru untuk seluruh muridnya merupakan cara Bung Karno mengajarkan solidaritas.
"Saya juga diajarkan bagaimana keadilan sosial dalam praktek sehari-hari,” kata Hasto lagi-lagi mengutip ketua umum PDIP itu.
Tak hanya itu, Megawati juga menceritakan kebiasaannya memanjat pohon buni di Istana Negara. Sekarang pohon itu sudah sangat besar. “Jadi diam-diam saya ini ahli memanjat pohon saat kecil,” sambung Hasto menirukan ucapan Megawati.
Tapi ada pesan khusus dari Megawati untuk Jokowi yang kini menghuni Istana Negara. Yakni pentingnya niat bersih untuk benar-benar mengabdi pada bangsa dan negara.(ara/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
