
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Dok.JawaPos.com)
JawaPos.com - Selain mendesak digelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar, belakangan juga muncul usulan nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk menggantikan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar.
Anggota Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam mengatakan, jika munaslub digelar, ada beberapa nama di pemerintahan yang layak menggantikan Airlangga sebagai ketua umum. ”Harus selevel dengan Pak Airlangga. Sosok yang superhebat,” terangnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (13/7).
Ada beberapa kader Golkar yang sekarang menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju, yaitu Menko Marinves Luhut Binsar, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo. Menurut Ridwan, yang selevel dengan Airlangga adalah Luhut.
Menurut dia, Luhut merupakan sosok yang superhebat sehingga cocok untuk menakhodai Partai Golkar dalam kondisi sulit seperti sekarang ini. Luhut sangat paham tentang Golkar. Luhut juga jago mengatur strategi dan sangat memahami teritorial.
Anggota DPR itu mengatakan, dirinya kenal dengan Luhut sejak masa Orde Baru. Ridwan sudah bertemu ketika Luhut masih menjabat Danrem Madiun. Jadi, Ridwan paham betul tentang sosok Luhut. ”Pak Luhut tahu betul karakteristik kader Golkar,” terangnya.
Menurut Ridwan, ada dua jenis kader Golkar, yaitu kader fungsional dan kader teritorial. Luhut sangat paham dengan karakteristik itu sehingga bisa menggerakkan semua kader untuk menghadapi Pemilu 2024.
Legislator asal dapil Malang Raya itu mengatakan, jika menjadi ketua umum Golkar, Luhut bisa mengembalikan kejayaan partai beringin. Bahkan, dia sangat yakin Luhut bisa menjadikan Golkar sebagai pemenang pemilu. ”Golkar pasti akan menang,” tegas mantan ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur itu.
Ridwan menegaskan, kondisi Golkar sekarang mengkhawatirkan. Sebab, sampai sekarang belum mengambil sikap dalam menghadapi Pilpres 2024. Padahal, waktu pemilu tinggal sebentar lagi. Karena itu, sudah selayaknya digelar munaslub untuk mengganti pucuk pimpinan Partai Golkar.
Sementara itu, Airlangga kembali menegaskan bahwa tidak akan ada munaslub menjelang pemilu. ”Tidak akan ada (munaslub, Red),” tegasnya. Saat ini partainya fokus menyiapkan diri dalam menghadapi Pileg dan Pilpres 2024.
Partainya juga sudah menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pada Juni lalu dan menyatakan bahwa Airlangga tetap menjadi capres dari partai beringin. Jadi, persiapan pemilu sudah selesai. Semua pengurus dan kader solid memenangkan Partai Golkar pada kontestasi lima tahunan itu.
Menko perekonomian itu mengatakan, musyawarah nasional (munas) baru akan dilaksanakan pada 2024. Bagi yang ingin menjadi ketua umum Partai Golkar, dia mempersilakan untuk maju pada Munas 2024. ”Jika ingin menjadi ketua umum, silakan maju,” ujarnya. (lum/c19/hud)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
