Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Juni 2023 | 17.30 WIB

Sehari-hari Dosen Asal Singapura Yang Dideportasi Berbahasa Inggris, Tak Mahir Bahasa Indonesia

KEMBALI KE SINGAPURA: MB (kanan) tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, dengan didampingi petugas imigrasi kemarin. - Image

KEMBALI KE SINGAPURA: MB (kanan) tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, dengan didampingi petugas imigrasi kemarin.

JawaPos.com - Berdasar penelusuran Jawa Pos Radar Tulungagung, MB atau Muhtar alias Yatno menjadi dosen di Universitas Bhinneka PGRI (UBHI) Tulungagung. Dia mengajar pada prodi bahasa Inggris dengan mata kuliah yang sama.

Rektor UBHI Tulungagung Imam Sujono mengatakan, MB mengajar di universitas itu sejak 14 tahun lalu. Namun, pada 17 Maret 2023, MB mengundurkan diri. ’’Datanya sudah tidak ada. Setelah pengunduran diri, langsung kami turunkan surat keterangan untuk penghapusan data,’’ jelasnya kemarin (22/6).

Saat penerimaan dosen, lanjut Imam, tidak ada penelusuran data diri calon dosen. Sebab, MB memiliki ijazah strata 1 di Universitas Gajayana Malang dan strata 2 di Universitas Islam Malang. MB juga memiliki KTP Tulungagung. ’’Ya tidak ada kecurigaan. Setelah ada pengalaman ini, perlu semacam pelacakan data,’’ ucapnya.

Beberapa orang sempat menanyakan asal MB karena dialeknya yang bukan khas Tulungagung. MB mengaku berasal dari luar Jawa. ’’Jadi, akhirnya kami paham kalau dia bukan asli orang Jawa,’’ paparnya.

Muhtar alias Yatno tidak hanya bekerja di UBHI. Dia juga tercatat sebagai dosen di UIN Satu Tulungagung dan menjadi dosen tamu di beberapa kampus.

Kepala Program Studi (Kaprodi) Bahasa Inggris UBHI Tulungagung Yulia Nugrahini mengatakan, Yatno mengajar di UIN Satu Tulungagung sekitar 2016–2017. Namun, hanya beberapa satuan kredit semester (SKS). Yulia pun mengaku pernah jadi mahasiswa Yatno 10 tahun lalu.

Menurut Yulia, Yatno tidak lancar berbahasa Indonesia. Aksennya cenderung ke Melayu. Bahkan, saat berbahasa Inggris, aksen Melayu itu sangat kental. ’’Dia dosen yang aktif. Tapi, banyak mahasiswa mengeluh karena nilai yang diberikan tidak sesuai ekspektasi. Selain itu, ujian dipersulit. Namun, dengan rekan kerja tidak terlalu banyak masalah, karena dia dosen senior yang mengajar sejak 2009,’’ terangnya.

Humas UIN Satu Tulungagung Ulil Ashar pun membenarkan bahwa Yatno pernah mengajar di kampusnya. Namun, dia mengundurkan diri Maret lalu dengan alasan pensiun. Yatno dikenal mengajar bahasa Inggris dengan status dosen luar biasa. ’’Sejak mengundurkan diri, sudah tidak aktif mengajar di UIN Satu Tulungagung,’’ pungkasnya. (jar/rka/ziz/rka/omy/c18/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore