Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 Juli 2026 | 21.48 WIB

Sinopsis Seri The East Palace (2026): Sumber Dari Semua Kutukan Setan adalah Kebusukan Manusia

Poster seri drama Korea Selatan “The East Palace” (2026) / Foto: Rottentomatoes - Image

Poster seri drama Korea Selatan “The East Palace” (2026) / Foto: Rottentomatoes

JawaPos.com - Dalam sejarah kerajaan Korea, terdapat istana khusus sebagai tempat tinggal anggota kerajaan tertentu. Salah satunya adalah istana timur, dimana bangunan ini menjadi tempat tinggal khusus pangeran putra mahkota, atau calon raja. 

Disana sang pangeran akan menghabiskan hari-harinya belajar dan bersiap untuk menggantikan sang raja setelah ia meninggal atau mundur dari tahtanya. 

Karena posisinya ini, sang putra mahkota akan terus berada di bawah tekanan dan bahaya. Entah itu dari pihak penentang kerajaan, hingga keluarganya sendiri. Termasuk ayahnya sendiri.

Karena faktor sejarah kerajaan, pasti ada pertumpahan darah yang diakibatkan atau berdampak pada seluruh keluarga kerajaan. Lalu dari sana, ada banyak dendam yang terpendam hingga menghantui hingga mengutuk setiap anggota kerajaan. 

Dulu, ada seorang raja (Cho Seungwoo) yang dingin. Ia tegas, kejam dan hanya memerdulikan beberapa orang saja selain dirinya. Ia sebenarnya bukanlah anak dari raja sebelumnya, tapi masih merupakan kerabat dan dipilih untuk menjadi pewaris tahta, karena para pangeran sebelumnya meninggal dengan cara yang aneh. 

Di istana timur, ada sebuah danau kecil yang memiliki cerita seram. Dikatakan danau tersebut memiliki penunggu yang mengutuk keluarga kerajaan agar tidak memiliki pewaris tahta, alias tidak memiliki putra. 

Cerita tersebut dimulai sejak 30 tahun lalu, dimana ada seorang selir yang dituduh mengandung bayi milik ksatria kerajaan bukan raja. Karena tuduhan tersebut, ia disiksa untuk mengaku bahwa bayi tersebut anak haram oleh ibu suri (Jang Youngnam), permaisuri raja sebelumnya. 

Tidak terima difitnah dan disiksa, selir tersebut marah besar dan melukai dirinya lalu menenggelamkan diri ke danau. Sebelum itu ia bersumpah akan menghantui seluruh keluarga kerajaan dan akan memutuskan keturunan raja, sehingga kerajaan runtuh. 

Dan itulah yang terjadi, seluruh anak laki-laki yang diangkat menjadi putra mahkota entah jatuh sakit parah atau meninggal secara tiba-tiba. Sehingga diangkatkan anak dari kerabat keluarga raja untuk menjadi putra mahkota. Ia tidak mengalami apa-apa, sehingga seluruh anggota kerajaan mengira mereka telah memutuskan kutukan tersebut. 

Namun, 30 tahun kemudian, setelah putra pertama sang raja yang baru ini menjadi putra mahkota. Hal tersebut terulang lagi. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore