
Salah satu adegan dalam film Kuyank. (istimewa)
JawaPos.com - Film Kuyank yang merupakan prekuel dari Saranjana Universe, memperluas semesta cerita dengan skala yang lebih emosional, gelap, dan lebih sinematik.
Film horor yang diangkat dari folklore Indonesia ini juga ditunjang oleh visual yang menarik lewat teknologi CGI premium, dikerjakan oleh LMN Studio guna memperkuat kesan realistis dan mencekam, sekaligus menjaga standar kualitas produksi film horor.
Film Kuyank tidak hanya menghadirkan teror yang mencekam bagi penonton. Teror di sini juga sebagai akibat dari konflik manusia. Ketika cinta ditekan oleh keluarga, adat, dan norma, pilihan jadi menyempit. Rasa takut tumbuh dan kemudian membuahkan kutukan.
"Kami ingin penonton masuk lewat emosi, lalu terseret ke teror. Film Kuyank adalah horor yang membekas karena penonton peduli dulu, baru takut,” kata Produser film KUYANK, Victor G. Pramusinto, di bilangan Epicentrum Jakarta Selatan.
Rio Dewanto, pemeran Badri dalam film Kuyank mengatakan, lokasi syuting film ini di daerah Kalimantan. Dia pun terkesan dengan keramahan orang-orang di Tanah Borneo.
"Pengalaman syuting di Banjar menyenangkan ya. Kalau nggak ada project ini, mungkin saya tidak pernah ke Kalimantan. Orang sana ramah-ramah," kata Rio Dewanto.
Bagian dari Saranjana Universe, film Kuyank menghadirkan bab baru yang berdiri kuat sebagai cerita sendiri, namun tetap memberi akar yang memperkaya pengalaman penonton bagi mereka yang sudah mengikuti semestanya.
Film Kuyank mengisahkan cerita tentang cinta terlarang yang secara perlahan berubah menjadi kengerian. Rusmiati, gadis kampung sederhana, dan Badri, lelaki terpandang, nekat menikah meski ramalan menyebut pernikahan mereka akan membawa kesialan.
Rumah tangga yang awalnya bahagia mulai goyah ketika mereka tak kunjung dikaruniai anak. Tekanan semakin memuncak ketika ibu mertua yang sejak awal menolak Rusmiati, mendesak Badri untuk menikah lagi demi mendapatkan keturunan agar dapat mematahkan ramalan buruk itu.
Terhimpit rasa takut kehilangan suami dan martabatnya, Rusmiati mengambil jalan gelap. Dia mempelajari ajian Kuyang, ilmu hitam kuno yang diyakini memberikan kecantikan dan keabadian.
Namun, keputusan itu justru memicu rangkaian teror. Bayi dan perempuan hamil menjadi korban misterius. Saat jati diri Rusmiati terbongkar, kemarahan warga jadi tidak terbendung.
Di tengah ancaman amuk massa dan lenyapnya batas antara cinta dan kutukan, Badri dihadapkan pada pilihan paling pahit. Antara melindungi perempuan yang dia cintai, atau menyerah pada tekanan masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022