Moonrise Kingdom
JawaPos.com - Moonrise Kingdom adalah film coming-of-age yang disutradarai oleh Wes Anderson dan dirilis pada tahun 2012, menonjolkan gaya visual simetris dan nuansa nostalgia era 1960-an.
Film dimulai pada akhir musim panas tahun 1965, di sebuah pulau fiksi bernama New Penzance, dua anak berusia dua belas tahun; Sam Shakusky dan Suzy Bishop menjalin persahabatan yang dengan cepat berubah menjadi cinta anak-anak.
Sam adalah seorang yatim piatu yang tergabung dalam kelompok pramuka Khaki Scouts di Camp Ivanhoe, memiliki keterampilan bertahan hidup dan kecerdasan praktis yang melebihi teman sebayanya.
Suzy adalah gadis sensitif dan penyendiri yang hidup dalam keluarga orang tua yang dingin dan penuh masalah rumah tangga, Suzy gemar membaca, membawa teropong, dan merekam suaranya untuk menyusun kisah-kisah sendiri.
Keduanya sudah saling bertukar surat selama setahun dan merencanakan pelarian bersama sebagai tindakan pemberontakan sekaligus upaya mencari ruang aman untuk hubungan mereka yang serba rahasia.
Ketika Sam menghilang dari tenda pramuka, kepanikan pecah di Camp Ivanhoe, pemimpin pramuka Randy Ward langsung memimpin pencarian, sementara polisi dan keluarga Suzy juga ikut terlibat.
Sam dan Suzy bertemu kembali, membawa peralatan berkemah, beberapa buku, seekor anak kucing, dan perekam suara. Setelah itu mereka berdua berangkat menuju sebuah teluk terpencil yang mereka sebut Moonrise Kingdom.
Di tempat itu mereka mencoba membangun dunia kecil sendiri, dari memancing, menari, bercakap-cakap tentang masa depan, dan merasakan kebebasan yang selama ini tidak mereka dapatkan di lingkungan rumah mereka.
Sementara itu, warga pulau yang terpecah perhatiannya antara tugas dan kehidupan pribadi mulai menata kembali prioritas. Pencarian anak-anak memaksa orang dewasa menghadapi rasa bersalah, keretakan pernikahan, dan kekosongan emosional.
Ketegangan memuncak saat badai besar mendekat, kondisi cuaca yang ekstrem menjadi cerminan dari badai emosional yang melanda setiap tokoh, menyatukan konflik pribadi mereka ke dalam satu titik krisis.
Dalam klimaksnya, Sam dan Suzy ditemukan namun bukan tanpa konsekuensi, ancaman pelepasan Sam ke institusi dan kemungkinan pemisahan memaksa tokoh-tokoh dewasa untuk mengambil keputusan yang menentukan nasib anak-anak itu.
Salah satu momen penting adalah transformasi Captain Sharp yang dari polisi yang tenggelam dalam kesepian menjadi sosok bertanggung jawab yang mengambil langkah untuk menjaga Sam dengan cara yang nyata.
Kisah mencapai resolusi yang lembut, meskipun tidak semua luka tertutup sempurna, ada pengakuan, perbaikan hubungan, dan janji yang memberi harapan bagi masa depan Sam dan Suzy.
Secara estetika, film ini memadukan palet warna hangat, tata kamera simetris, dan skor musik Alexandre Desplat yang memperkuat suasana magis dan melankolis cerita.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022