Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 12.40 WIB

Sinopsis Film Loving Vincent: Sebuah Karya Sinema dari Kanvas Van Gogh

Film Loving Vincent (IMDb)

JawaPos.com - Buat kalian penikmat seni mungkin sudah tidak asing dengan nama Vincent Van Gogh. Pelukis asal Belanda ini berhasil memikat banyak orang dengan inovasi teknik, kedalaman emosional, dan kisah hidup yang mengundang simpati.

Bayangkan setiap sapuan kuas Vincent van Gogh yang begitu hidup berpadu lewat sapuan cat minyak di atas kanvas kini bergerak dan bernapas di layar lebar. 

Film ini mengundang kita menyelami dunia pelukis legendaris itu dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya: animasi yang seluruhnya dilukis tangan, seolah setiap detik tayangan adalah lukisan baru yang terhampar di hadapan mata.

Loving Vincent adalah film drama biografi animasi eksperimental tahun 2017 tentang kehidupan pelukis Vincent van Gogh, khususnya seputar kematiannya. 

Film ini menorehkan rekam jejak sebagai film fitur animasi pertama yang seluruhnya dilukis dengan cat minyak, diproduksi melalui kerja sama Polandia dan Inggris serta didanai sebagian lewat kampanye Kickstarter.

Film ini memulai ceritanya satu tahun setelah kepergian Vincent van Gogh. Surat terakhirnya yang tak sempat terkirim tiba di kantor pos Auvers-sur-Oise. Joseph Roulin, tukang pos setempat, menugaskan putranya, Armand Roulin, untuk mengantarkan surat tersebut langsung kepada Theo, kakak Vincent yang kini tengah berduka. 

Dipenuhi rasa penasaran dan beban tugas, Armand memulai perjalanan ke rumah-rumah yang pernah menghiasi hari-hari terakhir sang pelukis, berharap menemukan jawaban di balik kata-kata yang tertulis di atas kertas.

Sesampainya di Auvers, Armand pertama kali menemui Dr. Paul Gachet, seorang pengagum karya Van Gogh sekaligus dokter yang merawatnya. Gachet berbicara seolah Vincent masih hidup dalam pikiran dan sapuan kuasnya, menuturkan kenangan-kenangan pribadi yang menampilkan detak jiwa sang maestro. 

Sambil menelusuri tumpukan lukisan dan sketsa, Armand menyaksikan kilas balik: perdebatan batin Vincent, obsesi terhadap warna-warna cerah, serta ketegangan antara kreativitas yang menyala-nyala dan kesepian yang menggerogoti.

Perjalanan berlanjut ke rumah keluarga Ravoux, tempat Vincent menghabiskan hari-hari terakhirnya. Adeline Ravoux, gadis remaja yang bekerja di penginapan, mengenang momen ketika ia membantu Vincent membuat teh dan membaca surat-suratnya. 

Lewat matanya, Armand menyatu dalam atmosfer hangat sekaligus rasa pahit karena melihat sosok pelukis yang lembut, mudah tersentuh, namun terdesak oleh kegelapan pikirannya sendiri. 

Potongan dialog ini mengalir seperti sapuan kuas di atas kanvas, menimbulkan getar baru dalam pencarian Armand.

Di bengkel Père Tanguy, pedagang cat ramah yang pernah menyediakan bahan lukis untuk Van Gogh, Armand menemukan salah satu misteri terbesar: apakah Vincent benar-benar mengakhiri hidupnya sendiri? 

Tanguy menyampaikan versi berbeda, menyinggung kemungkinan adanya kecelakaan yang disamarkan sebagai bunuh diri. Konflik batin Armand memuncak ketika ia dihadapkan pada dua narasi yang bertolak belakang antara fakta medis, gosip desa, dan potongan-potongan ingatan sosial yang tercerai-berai.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore