
Idris Elba, John Cena dan Priyanka Chopra Jonas dalam film Head of State. (IMDb)
JawaPos.com – Heads of State, film terbaru karya sutradara Ilya Naishuller (Nobody), menghadirkan perpaduan aksi, komedi, dan ketegangan politik, yang dibintangi oleh dua aktor besar, yakni Idris Elba dan John Cena.
Dalam film berdurasi dua jam ini, keduanya berperan sebagai Perdana Menteri Inggris dan Presiden Amerika Serikat yang saling berselisih, namun terpaksa bekerja sama setelah pesawat mereka, Air Force One, ditembak jatuh.
Dilansir dari laman The Guardian pada Kamis (3/7), film ini tayang perdana melalui layanan streaming Amazon MGM, bukan di bioskop seperti kebanyakan film laga besar lainnya.
Cerita bermula ketika konferensi pers bersama antara dua kepala negara menjadi kacau dan mempermalukan mereka di hadapan publik.
Presiden Derringer, yang baru menjabat enam bulan, menuduh Perdana Menteri Clarke tidak memberikan dukungan selama kampanyenya.
Sebaliknya, Clarke yang telah menjabat selama enam tahun menganggap presiden sebagai sosok sombong dan hanya meniru Schwarzenegger.
Ketegangan memuncak ketika keduanya terpaksa terlibat dalam krisis internasional terkait proyek energi NATO yang ternyata melibatkan konspirasi berbahaya.
Konflik utama bermula dari serangan rahasia yang dipimpin oleh Noel (Priyanka Chopra), agen MI6, terhadap pedagang senjata Viktor Gradov (Paddy Considine) di tengah festival Tomatina di Spanyol.
Operasi itu gagal dan ternyata memicu serangkaian peristiwa yang menyebabkan pesawat Air Force One ditembak jatuh.
Dua kepala negara yang selamat kemudian terdampar di hutan Belarusia, dan harus berjuang menyelamatkan diri sambil dikejar oleh duo pembunuh sadis, Sasha dan Olga, yang diperankan oleh Aleksandr Kuznetsov dan Katrina Durden.
Di tengah pelarian penuh aksi, Heads of State juga menyuguhkan interaksi jenaka antar karakter. Chemistry antara Cena dan Elba menciptakan dinamika "pasangan aneh" yang menghibur, sementara Chopra menambahkan daya tarik lewat aksi dan ketegasan khasnya.
Pemeran pendukung seperti Richard Coyle, Sarah Niles, Stephen Root, dan Jack Quaid turut memperkuat elemen komedi dan ketegangan dalam film ini. Jack Quaid bahkan mendapatkan adegan pascakredit karena penampilannya yang berlebihan namun menghibur.
Skenario film ini ditulis oleh tim Josh Appelbaum dan André Nemec (Ghost Protocol) bersama Harrison Query.
Gaya penyutradaraan Naishuller memberikan ruang untuk adegan aksi intens sekaligus menyelipkan kalimat-kalimat lucu dan permainan visual ala Edgar Wright.
Meskipun beberapa karakter menghilang selama paruh cerita, narasi tetap dinamis dengan montase cerdas yang menghidupkan kembali subplot mereka.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
