Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juli 2025 | 02.00 WIB

Film F1: The Movie 2025 Hadirkan Drama Olahraga Emosional yang Dikemas dengan Balapan Menegangkan

Film F1: The Movie. (IMDb) - Image

Film F1: The Movie. (IMDb)

JawaPos.com – Film F1: The Movie garapan Joseph Kosinski menjadi salah satu kejutan sinematik terbaik tahun 2025. Dibintangi Brad Pitt sebagai Sonny Hayes.

Film ini menyuguhkan kisah mantan pembalap Formula One yang kembali ke lintasan untuk memperbaiki reputasi dan kariernya.

Melalui kisah yang menyentuh dan balapan yang menegangkan, F1 berhasil menjadi drama olahraga yang kuat dan emosional.

Dilansir dari laman IGN pada Senin (30/6), Dukungan produksi dari FIA dan keterlibatan langsung pembalap F1 seperti Lewis Hamilton, film ini sempat diragukan sebagai sekadar iklan sinematik untuk ajang balap elit tersebut.

Namun, Kosinski dan timnya membuktikan bahwa kisah penuh jiwa masih dapat dihasilkan dari proyek bermuatan komersial. Gaya penyutradaraan yang tajam dan naskah yang solid membuat F1: The Movie melampaui sekadar promosi olahraga.

F1: The Movie menggambarkan Sonny yang direkrut kembali oleh tim APX GP, tim yang sedang dalam krisis. Dengan waktu terbatas dan konflik internal, Sonny harus bekerja sama dengan pembalap muda ambisius Joshua Pearce dan teknisi brilian Kate McKenna untuk membalikkan nasib tim.

Kisah ini menjadi metafora kuat tentang pencarian harga diri dan makna hidup pada usia lanjut. Adegan-adegan balapan dalam F1: The Movie dirancang dengan presisi luar biasa, mengingatkan pada karya Kosinski sebelumnya seperti Top Gun: Maverick.

Balapan terakhir di Grand Prix Abu Dhabi menjadi klimaks yang memuaskan dengan emosi dan ketegangan tinggi.

Penonton diberikan semua alasan untuk peduli terhadap hasil perlombaan, menjadikannya pengalaman sinematik yang penuh energi.

Berbeda dengan film laris lain yang sering kali tersesat dalam ambisi waralaba dan godaan sekuel, F1 tetap setia pada format drama olahraga klasik.

Film ini tidak mencoba membongkar genre, tetapi mengukuhkannya dengan eksekusi unggul. Kesederhanaan cerita menjadi kekuatannya, bukan kelemahannya.

Penonton yang tidak memiliki latar belakang atau ketertarikan pada dunia Formula One tetap dapat menikmati dan memahami film ini. F1: The Movie menyampaikan informasi teknis dan latar olahraga dengan elegan tanpa mengorbankan fokus pada karakter.

Perbandingan dengan Moneyball sangat tepat, karena keduanya mengubah dunia teknis menjadi narasi manusia yang kuat.

Dengan semua kelebihannya, F1: The Movie menjadi bukti bahwa film blockbuster masih bisa memiliki jiwa dan presisi.

Kosinski menunjukkan bahwa drama olahraga klasik dengan sentuhan emosional dan eksekusi teknis tinggi tetap relevan di tengah sinema modern yang kompleks. F1: The Movie bukan hanya film balapan, tetapi juga tentang manusia, kegagalan, dan kebangkitan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore