Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 September 2021 | 20.48 WIB

Squid Game Kalahkan Sweet Home, Serial Korea Paling Banyak Ditonton

Squid Game. (Netflix) - Image

Squid Game. (Netflix)

JawaPos.com – Squid Game sukses menyalip rekor Sweet Home. Serial orisinal terbaru Netflix itu menjadi serial Korea pertama yang menempati posisi pertama chart acara TV Netflix di Amerika Serikat. Rekor tersebut resmi dicatat pada Selasa (21/9) atau hari kelima penayangan Squid Game. Pada penayangannya Desember tahun lalu, Sweet Home berhasil menembus peringkat ketiga.

Mengutip data FlixPatrol Rabu (22/9), Squid Game berhasil mematahkan dominasi Lucifer dan Sex Education di Amerika Serikat selama sepekan lalu. Secara global, serial besutan Hwang Dong-hyuk itu berada di peringkat kedua. Serial tersebut kalah 31 poin dari pemuncak chart, Sex Education. Chart tersebut dibuat berdasar matrik penghitungan jumlah berapa kali serial itu ditonton.

Di Indonesia, proyek yang dibintangi Lee Jung-jae dan Park Hae-soo tersebut berada di peringkat pertama pada Minggu (19/9) dan kemarin, bersaing dengan Hometown Cha-Cha-Cha dan musim kedua Hospital Playlist. Di ”kandang” sendiri, Squid Game langsung meraih posisi pemuncak sejak tayang pada Jumat pekan lalu.

Squid Game juga mendapat pengakuan penonton luar Korea. Di IMDb, serial tersebut mendapat rating 8,3 dari lebih dari 7 ribu ulasan yang masuk. Namun, proyek itu tak lepas dari kritik. Fans yang mahir berbahasa Korea menilai, takarir yang disediakan Netflix sangat buruk. Selain itu, banyak yang berpendapat, akting para tokoh VIP yang muncul jelang akhir film cukup mengecewakan.

Di Rotten Tomatoes, Squid Game sementara meraih nilai sempurna dari enam kritikus. Kontributor Forbes Paul Tassi menyatakan, ide serial tersebut cukup umum. ”Selalu ada hal, mungkin metafora, tentang orang-orang kaya dan berkuasa yang mengincar keputusasaan si miskin,” ulasnya.

Meski demikian, Squid Game berhasil mengemas ide dalam sembilan episode dengan kejam, aneh, tapi tetap membuat ketagihan menonton. Proyek yang syutingnya berlangsung selama setahun itu sebetulnya sempat dinilai ”terlambat” tayang. Sebab, serial dan film bertema sama sudah banyak dirilis.

Perbandingan Squid Game dengan film bertema serupa –seperti As the Gods Will, Black Mirror, hingga serial Netflix Jepang Alice in Borderland– meruak ketika trailer dirilis. Tautan fans tentang kesamaan itu pun banyak beredar di media sosial.

Sutradara dan penulis naskah Hwang Dong-hyuk mengakui kesamaan tersebut. Meski demikian, dia menilai, hanya bagian game pembuka yang sama. ”Sisanya, bisa kujamin, sangat berbeda. Saya tidak berusaha mengklaim orisinalitas, tapi konsepnya lahir dari ide saya sendiri,” tegasnya dalam konferensi pers di pekan kedua September lalu.

Dia menjelaskan, draf telah rampung pada sekitar 2009. Namun, naskah baru disempurnakan dua tahun lalu. Dong-hyuk menceritakan, dia menulis dengan sudut pandang pemain. Dia mengaku jadi peserta squid game karena saat itu tengah dililit utang.

Walau naskah ”diperam” selama sedekade, ide permainan bertahan hidup yang diangkat masih relevan. ”Saat ini, setiap hari seperti survival dengan isu pandemi, perubahan iklim, dan lainnya,” ungkap sutradara Silenced itu.

Di konferensi pers, Dong-hyuk pun secara tersirat ingin ”memperpanjang” Squid Game. ”Jika saya menjadi pemenang squid game... uangnya aku sisihkan sebagian untuk musim kedua. Jadi, aku bisa membuat serial itu sendiri,” lanjutnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore