
racket boys drakor
JawaPos.com – Episode kelima Racket Boys menuai kritik dari warganet tanah air. Serial SBS/Netflix tersebut dinilai merendahkan Indonesia. Dalam episode yang tayang pada 14 Juni itu, tim pebulu tangkis cilik Korea berkompetisi di Indonesia. Di Jakarta, mereka dikisahkan mendapat perlakuan tak menyenangkan. Mulai ruang latihan tanpa pendingin ruangan hingga cemoohan penonton tanah air ketika tim Korea menang.
Adegan itu langsung memantik emosi penonton tanah air. Olokan hingga tuntutan permintaan maaf memenuhi akun Instagram SBS Drama. Episode kelima itu dinilai melecehkan bulu tangkis, salah satu olahraga yang dicintai banyak penonton Indonesia. Ada pula yang menyebut Racket Boys seakan menambah luka fans olahraga tepok bulu yang baru ditinggalkan Markis Kido.
Padahal, di episode pertama, serial tersebut berhasil menaklukkan hati penonton tanah air. Di salah satu scene, tampak foto ganda putra Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya di lokasi latihan. Cuplikan adegan itu bahkan diunggah di akun Twitter PB Djarum, salah satu klub badminton besar di tanah air.
”Keributan” tersebut mendapat respons tim produksi. Kamis (17/6) pihak SBS menyatakan permohonan maaf. Mereka tidak bermaksud merendahkan negara, pemain, maupun penonton Indonesia.
”Kami mohon maaf atas beberapa adegan yang menyinggung pemirsa kami dari Indonesia. Kami akan memperhatikan dengan saksama episode berikutnya,” tulis perwakilan akun SBS Drama di kolom komentar dalam bahasa Indonesia.
Meski begitu, nasi telanjur menjadi bubur. Di laman AsianWiki, skor Racket Boys melorot. Dari kisaran 90 persen turun menjadi 38 persen saja.
Kontroversi itu menjadi yang kedua diterima SBS selama sepekan terakhir. Sebelumnya, tim produksi The Penthouse 3 mendapat komentar miring. Penampilan Alex (Park Eun-suk), adik Logan Lee yang lama tinggal di Amerika Serikat, dinilai merupakan apropriasi budaya. Alex digambarkan memiliki rambut dreadlock.
Penampilan tersebut dianggap melecehkan dan mengeksploitasi budaya keturunan Afrika-Amerika. Selain itu, tokoh baru tersebut memiliki tato di wajah dan leher plus gril logam di gigi; yang dinilai merupakan stereotip rapper kulit hitam.
Baca Juga: Covid-19 Meningkat, Pemkot Surabaya Tunda Dulu Pertemuan Tatap Muka
Terkait dengan kontroversi itu, Eun-suk segera meminta maaf secara pribadi via TikTok. ”Sebagai seorang minoritas, seharusnya aku juga memahami hal itu. Terima kasih telah memberikan kesempatan bagiku untuk belajar tentang awareness,” ungkapnya dalam unggahan akhir pekan lalu.
Secara terpisah, perwakilan SBS juga menegaskan, pihaknya tak bermaksud menghina atau melecehkan etnis tertentu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
