
TUNDA LAGI: Simulasi pembelajaran tatap muka berlangsung di sekolah. Meningkatnya korona membuat PTM ditunda. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - ’’Keselamatan warga yang paling utama. Ketika kebijakan (PTM) lebih banyak mudaratnya, kami akan tunda terlebih dahulu,’’ papar Wali Kota Eri Cahyadi.
Pernyataan tersebut disampaikan Eri setelah menelaah kondisi persebaran Covid-19 di Surabaya. Wajar saja, suami Rini Indriyani itu khawatir. Sebab, dari data yang dihimpun pemkot, selepas Lebaran, virus korona terus melonjak.
Dua hari yang lalu, jumlah pasien dalam perawatan di metropolis mencapai 171 orang. Laju pertambahan terus berjalan. Totalnya kini menjadi 190 orang. ’’Ini menjadi perhatian kami,’’ paparnya.
Sejumlah aktivitas yang hendak berjalan harus ditelaah. Salah satunya pembelajaran tatap muka (PTM). Pemkot berencana membuka kembali sekolah. Waktunya disesuaikan dengan tahun ajaran baru. Diperkirakan bulan depan.
Kebijakan itu disiapkan sejak akhir tahun lalu. Seluruh sekolah diminta melengkapi persyaratan. Misalnya, sarana-prasarana (sarpras), pengaturan jarak tempat duduk di dalam kelas, ventilasi di dalam kelas maksimal 10 persen, serta guru dan siswa harus mengenakan masker.
Selain itu, kesehatan guru menjadi pertimbangan utama. Pendidik harus dipastikan sudah mendapatkan dua kali suntik vaksin.
Asesmen telah berjalan. Sebanyak 300 sekolah mengajukan izin. Lembaga pendidikan juga sudah menghelat simulasi.
Namun, melihat kondisi persebaran Covid-19, pemkot mau tidak mau harus berpikir ulang. Kebijakan PTM mesti ditelaah lebih dalam. Tujuannya satu, jangan sampai timbul dampak lain. Yaitu, klaster sekolah.
Menurut Eri, telaah persebaran Covid-19 sangat dibutuhkan. Pemkot akan menggelar pertemuan dengan sejumlah pakar. Contohnya, dewan pendidikan dan pakar kesehatan. ’’Jangan sampai siswa dan guru terpapar Covid-19,’’ jelasnya.
Memang pemkot telah mengajukan surat izin kepada wali murid. Tidak sedikit yang mendukung kebijakan PTM. Pasalnya, pembelajaran jarak jauh dinilai tidak efekfif.
Mantan kepala bappeko itu menuturkan, surat izin dari wali murid tersebut didapatkan sebelum virus korona merebak sehingga tidak bisa menjadi patokan. Sebab, saat ini kondisinya berbeda.
Pihaknya akan berbincang dengan warga. Sekolah diminta kembali berkirim surat. Melihat serta menampung masukan dari wali murid.
Baca Juga: Penolong Nyawa Christian Eriksen, Pernah Mengalahkan Taufik Hidayat
Sementara itu, Kepala Dispendik Supomo menjelaskan, tanggal pasti PTM belum diputuskan. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan wali kota untuk menelaah ulang pembukaan sekolah tersebut.
Supomo menuturkan, pemerintah pun telah memberikan gambaran. Melihat persebaran Covid-19 yang kembali naik, pemerintah daerah harus melakukan evaluasi. ’’Persiapan berjalan, namun tanggal pasti PTM belum diputuskan,’’ ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022