
Cindy Yuvia (tengah) menjadi pemenang senbatsu sousenkyo untuk single ke-20 JKT48. Di Pemilu ala JKT48 ini, Yupi mendapat 68.031 suara
JawaPos.com – Perjuangan penggemar Cindy Yuvia benar-benar luar biasa. Mereka berhasil membawa member yang akrab disapa Yupi itu menjadi pemenang event pemilihan single ke-20 JKT48. Yupi berhasil mengalahkan Shani Indira Natio yang finish di peringkat ke-2 dengan selisih meyakinkan: 20.377 suara.
Hasil akhir dari pemungutan yang dilakukan sejak awal September itu makin mengaskan dominasi Yupi. Sebab, sejak awal pengumuman hasil sementara tahap pertama dan kedua, member Tim J itu terus di puncak. Total suara yang dia peroleh adalah 68.031 suara.
Jumlah suara yang diperoleh Yupi jauh meninggalkan saingan terberatnya, Shani Indira Natio dari Tim KIII. Pemenang Pemilu ala JKT48 edisi 2017 untuk single ke-17 itu mendapat 47.654 suara. Kemenangan Yupi bisa dikatakan telak karena pada pengumuman tahap ke-2, selisih suara dengan Shani hanya terpaut 1 voting saja.
Kemenangan Yupi sekaligus mengembalikan mahkota member ‘terkuat’dan juga terfavorit ke Tim J. Sejak tahun pertama event pemilihan yang bernama asli Senbatsu Sousenkyo itu digelar pada 2014, wakil Tim J memang kerap keluar jadi pemenang. Pada 2014 di menangi Melody (Tim J), lalu 2015 dan 2016 menjadi tahunnya Jessica Veranda (Tim J). Sedangkan pada 2017, diraih Shani sebagai wakil Tim KIII.
Saat menerima plakat nomor 1 dan dipakaikan jubah serta mahkota, Yupi tampak emosional. Dengan air mata yang menetes, Yupi menyiapkan diri untuk menyampaikan pidatonya. ’’Bukan setahun terakhir ini saja kalian dukung aku. Sejak 6 tahun lalu aku sudah dapat cinta yang luar biasa besar dari kalian,’’ ujar Yupi membuka pidato di Sleman City Hall, Jogjakarta, Sabtu (17/11) malam.
Dia lantas menyinggung pidatonya pada Pemilu ala JKT48 edisi 2017 yang keras. Yupi yang saat itu finish di urutan ke-5 berbicara soal ambisinya. Tetapi juga berisi tamparan kepada para penggemar untuk kembali mendukung JKT48. Dari atas panggung, dia mengaku tidak menyesal dengan pidato yang lantas menjadi omongan di kalangan penggemar.
’’Melalui speech itu, yang hatinya jauh dari JKT48, jadi beremangat kembali. Jujur saja, aku memang mengatakan keinginanku yang menurut kalian ambisius. Tapi, menurutku, berambisi itu tidak salah,’’ lanjut Yupi.
Katanya, tak masalah punya ambisi. Itu yang dibutuhkan para member maupun JKT48. Yupi mengatakan bahwa dia sudah di JKT48 selama 6 tahun. Harusnya, tidak ada yang salah jika ingin menjadi nomor 1. ’’Selama 6 tahun sudah belajar banyak hal dan aku tidak ingin berakhir sia-sia,’’ katanya.
Sementara, Shani yang akhirnya harus finish di urutan ke-2 mengatakan sudah mempersiapkan diri jika tidak bisa menjadi center lagi. Apalagi, tahun ini cukup berat dari sisi member maupun penggemar. ’’Maaf ya, ini di Jogja tapi aku nggak bisa jadi nomor 1,’’ katanya. Untuk informasi, Shani memang tumbuh di Jogjakarta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022