
Film 12 Monkeys. (Dok. IMDb)
JawaPos.com - "12 Monkeys" adalah film fiksi ilmiah post-apokaliptik yang disutradarai oleh Terry Gilliam dan dirilis pada 1995. Film dibintangi Bruce Willis, Madeleine Stowe, Brad Pitt, dan Christopher Plummer.
Dilansir dari Spoiler Town, film ini bermula dari dunia masa depan yang hancur oleh wabah mematikan. Manusia yang selamat hidup di bawah tanah, sementara ilmuwan mencoba mencari cara memperbaiki sejarah dengan mengirim seseorang kembali ke masa lalu.
Tokoh utama adalah James Cole (diperankan Bruce Willis), seorang narapidana yang dipilih untuk misi perjalanan waktu karena secara hukum dianggap expendable. Tugasnya adalah menemukan asal usul virus dan memberikan informasi agar wabah dapat dihentikan sebelum menyebar.
Cole dibangkitkan dari dunia bawah tanah dan dikirim ke tahun 1990-an. Namun eksperimen perjalanan waktu yang tidak sempurna membuatnya mendarat di waktu yang berbeda dari yang diharapkan, sehingga ia harus berjuang menyesuaikan diri sambil meyakinkan orang lain bahwa ancaman besar akan datang. Gabungan antara realitas masa lalu dan masa depan membuat Cole mulai meragukan batas antara kewarasannya.
Film ini memadukan elemen psikologis dengan ketegangan fiksi ilmiah, sehingga penonton sering dibuat mempertanyakan apa yang benar-benar terjadi dan apa yang muncul dari ingatan traumatis Cole.
Sepanjang pencariannya, Cole bertemu Dr. Kathryn Railly, seorang psikiater yang awalnya melihatnya sebagai pasien gangguan jiwa. Namu,n seiring waktu ia mulai menerima kemungkinan kebenaran cerita Cole dan ikut terlibat dalam upaya mengungkap asal wabah.
Selain konflik batin dan penelusuran ilmiah, film ini juga menampilkan subplot tentang kelompok misterius yang dikenal sebagai "Army of the 12 Monkeys", organisasi yang dianggap terkait dengan penyebaran virus. Nama kelompok itu menjadi simbol teka-teki yang harus diurai oleh Cole dan timnya.
Visual film mengkombinasikan estetika retro tahun 1990-an dengan desain suram masa depan bawah tanah. Arahan artistik Terry Gilliam memberi nuansa surealis yang menambah rasa disorientasi dan ketidakpastian sepanjang narasi.
Film ini mempertanyakan apakah waktu bisa diubah atau justru kita menjadi bagian dari siklus yang tak terelakkan, sebuah pertanyaan eksistensial yang terus menghantui karakter dan penonton. Rangkaian twist dan kerapuhan ingatan Cole membuat klimaks film terasa intens dan tragis.
Bagi penggemar film klasik fiksi ilmiah dan penikmat drama psikologis, "12 Monkeys" tetap relevan sebagai karya yang memadukan aksi, misteri, dan pertanyaan moral tentang masa depan umat manusia. (*)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
