Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 September 2025 | 06.02 WIB

The Lighthouse (2019): Perjalanan Psikologis Dua Penjaga Mercusuar dalam Isolasi Penuh Delusi dan Teror​

Willem Dafoe and Robert Pattinson in The Lighthouse (2019) (Dok. IMDb)

JawaPos.com - The Lighthouse adalah film thriller psikologis tahun 2019 yang ditulis dan disutradarai oleh Robert Eggers bersama saudaranya, Max Eggers. Film ini diproduksi oleh A24 dan Regency Enterprises dengan anggaran sekitar $11 juta.

Berlatar pada tahun 1890-an di sebuah pulau terpencil lepas pantai New England, cerita berfokus pada dua penjaga mercusuar yang terisolasi akibat badai dahsyat. Lokasi yang suram dan kondisi cuaca ekstrem menjadi karakter tersendiri dalam film ini.

Thomas Wake, diperankan oleh Willem Dafoe, adalah penjaga senior yang penuh misteri dan kaku dalam memelihara mercusuar. Ia menegakkan aturan ketat bagi asisten barunya, Ephraim Winslow, demi menjaga keabadian lampu mercusuar tersebut.

Ephraim Winslow, yang diperankan Robert Pattinson, tiba di pulau untuk menjalani masa tugas empat minggu sebagai wickie. Tugasnya meliputi mengumpulkan kayu bakar, membersihkan lantai, dan mengisi buku laporan. Rasa penasaran dan kecurigaannya terhadap rahasia yang disembunyikan Wake memicu konflik awal.

Rutinitas harian mereka tampak monoton, Winslow memanggul tong minyak berat, menambal atap, serta menundukkan diri pada pelecehan verbal Wake. Sementara Wake mengurung dirinya di ruang lampu mercusuar, enggan membiarkan siapa pun masuk kecuali dirinya sendiri.

Ketegangan meningkat ketika Wake melarang Winslow memasuki ruang mercusuar. Larangan itu menimbulkan obsesinya untuk mengungkap rahasia di balik cahaya yang dianggap sakral dan berbahaya bagi kewarasan mereka berdua.

Isolasi fisik dan tekanan lingkungan memicu halusinasi Winslow. Ia mulai melihat putri duyung yang memikat, monster laut raksasa, dan kawanan burung camar bermata satu yang tampaknya mengamati setiap gerakannya di pulau terpencil itu.

Adegan kunci menampilkan konflik batin Winslow saat ia membunuh seekor camar, yang oleh Wake dipercaya membawa sial bagi penjaga mercusuar. Aksi ini memicu badai yang semakin parah, memutus pasokan dan memperpanjang waktu isolasi mereka secara mematikan.

Suasana semakin memburuk saat kedua karakter terjerumus dalam konsumsi alkohol demi menahan dingin dan kesepian. Minuman keras mempermudah batas antara kenyataan dan delusi, menuntun mereka pada kekerasan fisik dan psikologis yang tak terduga.

Secara visual, The Lighthouse difilmkan dalam format hitam putih dengan rasio aspek 1.19:1 yang hampir persegi, menciptakan kesan klaustrofobik yang intens. Sinematografi oleh Jarin Blaschke menekankan tekstur cuplikan dan kontras cahaya serta bayangan yang dramatis.

Penataan musik oleh Mark Korven menambah ketegangan melalui irama yang samar dan berdesir, menghadirkan sensasi ombak, angin, serta suara mekanisme lampu mercusuar sebagai elemen audionya sendiri.

Tema utama film ini berputar pada kesendirian, ambisi kekuasaan, ambiguitas moral, serta obsesi manusia pada misteri. Robert Eggers menenun unsur mitologi maritim dan kisah rakyat abad ke-19 sebagai pondasi narasi psikologisnya.

The Lighthouse memulai penayangan perdananya di Festival Film Cannes pada 19 Mei 2019, lalu dirilis secara teatrikal oleh A24 di Amerika Serikat pada 18 Oktober 2019. Di Kanada, distribusinya dipegang oleh VVS Films.

Film ini meraih nominasi Sinematografi Terbaik di Academy Awards ke-92 dan British Academy Film Awards ke-73, sebuah pengakuan atas kecanggihan visual dan atmosfernya yang unik.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore