
Farel Prayoga persembahkan kisah nyata lewat music video
JawaPos.com - Film Air Mata di Ujung Sajadah 2 menyajikan kekuatan emosional yang mendalam, bukan hanya lewat alur ceritanya, tetapi juga melalui lagu tema orisinal. Lagu berjudul Cinta untuk Mama dibawakan oleh penyanyi muda berbakat Farel Prayoga, yang menjadikannya sebagai jembatan antara kisah film dan pengalaman nyata dalam hidupnya.
Sebagai penyanyi dangdut koplo yang selama ini dikenal dengan irama ceria, Farel mengakui bahwa membawakan lagu pop bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, tantangan tersebut diterimanya dengan penuh semangat. Farel menyatakan bahwa dirinya harus mampu memberikan kepuasan kepada pendengar dan tidak mengecewakan mereka.
"Aku juga jarang nyanyi lagu pop, ya. Jadi kayak ini tantangan buat aku. Aku harus bikin orang seneng lah, jangan sampai bikin orang kecewa,” ungkap Farel dalam sebuah wawancara, yang Ddkutip dari unggahan akun TikTok @beehavepictures.
Lebih dari sekadar tantangan musikal, Cinta untuk Mama menjadi pengalaman mendalam bagi Farel. Ia merasa bangga sekaligus terharu karena dapat menyampaikan perasaan tulus melalui lagu ini.
Perasaan tersebut tergambar jelas dalam pengakuan Farel bahwa ia tidak menyangka dapat membawa lagu ini dengan penuh penghayatan.
“Aku pribadi sih bener-bener bangga, gak nyangka, terharu,” ungkapnya.
Kedekatan emosional tersebut tidak terlepas dari pengalaman pribadi Farel. Selama 14 tahun, Farel terpisah dari ibu kandungnya, sehingga tidak sepenuhnya merasakan kasih sayang seorang ibu. Hal ini membuat setiap bait lagu Cinta untuk Mama menjadi ruang bagi Farel untuk kembali merajut kerinduan yang sempat terputus.
Dalam penuturannya, Farel menegaskan bahwa lagu ini sangat sesuai dengan perjalanan hidupnya. Ia menyatakan bahwa pengalaman pribadinya membantu dirinya menghayati lirik yang dibawakan, sehingga setiap syair terasa begitu personal dan penuh makna.
Lebih jauh, lagu ini menyimpan pesan universal mengenai cinta seorang anak kepada ibunya. Penghayatan Farel tidak hanya menyentuh sisi pribadi, melainkan juga mampu mewakili perasaan banyak orang yang mengalami kisah serupa, kehilangan, kerinduan, dan harapan untuk kembali bersama sosok ibu.
Sebagai soundtrack, Cinta untuk Mama dipilih karena memiliki benang merah dengan tema besar film Air Mata di Ujung Sajadah 2. Film ini mengangkat kisah hubungan seorang anak dengan ibu kandungnya yang terpisah oleh keadaan, lalu dipertemukan kembali setelah bertahun-tahun. Dengan demikian, lagu dan film berpadu menghadirkan kesatuan cerita yang menyentuh emosi penonton.
Tanggapan penonton terhadap lagu ini pun cenderung positif. Banyak yang merasakan keharuan mendalam, terutama setelah mengetahui kisah nyata yang melatarbelakangi perjalanan hidup Farel. Lagu ini dipandang bukan sekadar soundtrack, melainkan juga doa dan persembahan tulus seorang anak untuk ibunya.
Dikutip melalui unggahan pada akun TikTok @mei.diary, salah satu warganet dengan akun @mni.meikeup menuliskan, “Farel Prayoga, dia nggak ketemu ibunya sudah 15 tahun, terus tinggal sama ibu tiri, dan ayahnya sekarang di penjara karena judi online. Hasil kerja dia habis karena orang tuanya.”
Komentar lain dari akun @sa;) menambahkan, “Kuat ya Farel, sampai nangis aja ditahan sama dia.” Sementara akun @mela menuturkan, “Dia dipilih nyanyiin OST ini yang sesuai dengan kisahnya, sehingga rasa dari lagu tersebut bisa sampai ke ulu hati. Sakit banget.”
Farel sendiri berharap agar Cinta untuk Mama tidak hanya dinikmati sebagai bagian dari film, tetapi juga dapat menjadi penguat bagi pendengar. Farel ingin setiap orang yang mendengarkan lagu ini merasakan pesan bahwa kasih sayang seorang ibu merupakan sesuatu yang tidak ternilai dan tidak tergantikan.
Pengalaman membawakan lagu ini juga dipandang Farel sebagai bagian dari perjalanan hidupnya. Farel mengakui bahwa meskipun sempat terpisah dalam waktu lama, cinta seorang ibu selalu ada. Kenangan pahit selama 14 tahun tidak bertemu ibu kandung menjadi latar belakang penghayatan yang Farel tuangkan dalam lagu tersebut.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
