Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 02.52 WIB

Sinopsis 'Winter Spring Summer or Fall', Kisah Cinta Singkat Remaja yang Dilanda Keputusan Menentukan Masa Depan

Film Winter Spring Summer or Fall. (IMDb) - Image

Film Winter Spring Summer or Fall. (IMDb)

JawaPos.com – 'Winter Spring Summer or Fall' merupakan film Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 2024 dengan menggaet bintang muda Jenna Ortega dan Percy Hynes White. Film ini merupakan reuni antara Ortega dengan Percy Hynes White usai mereka dikenal lewat serial original Netflix ‘Wednesday’.

Dikutip dari IMDb, pada suatu hari musim dingin, Barnes Hawthorne (Percy Hynes White) memperhatikan Remi Aguilar (Jenna Ortega) saat mereka dalam perjalanan menuju New York City. Sebelumnya, Barnes diam-diam telah mengamati Remi dari atap rumah PJ—tetangga Remi sekaligus sahabat dekat Barnes.

Di kereta, keduanya mulai mengobrol soal masa depan. Remi bercita-cita kuliah di Harvard dan menjadi pengacara seperti orang tuanya, sementara Barnes merencanakan jeda satu tahun tanpa arah jelas. Remi menyarankan kegiatan seperti menjadi relawan penyelamat penyu atau bekerja dengan grup musik, sedangkan Barnes membalas dengan playlist lagu Talking Heads.

Saat mereka tiba di halte, sebuah insiden kecil terjadi—Remi tertabrak sepeda dan harus mendapatkan jahitan. Di rumah sakit, ia menolak ajakan kencan Barnes dengan halus, mengatakan bahwa ia belum siap menjalin hubungan karena minim pengalaman bersosialisasi.

Keduanya pun berpisah—Remi tur ke Universitas Columbia, sedangkan Barnes menghadiri konser. Beberapa bulan kemudian, menjelang pesta dansa musim semi, orang tua Remi menjodohkannya dengan teman sekolah bernama Lucas. Di sisi lain, Barnes berniat datang bersama mantan pacarnya, Erica, yang juga teman satu sekolah Remi.

Tanpa diduga, Remi dan Barnes kembali terhubung saat pasangan mereka meninggalkan mereka di pesta dansa. Barnes lalu mengajak Remi makan sushi. Di sana, ia menunjukkan kemampuannya berbahasa Jepang, hasil masa kecilnya di Jepang karena ibunya bekerja sebagai tenaga medis militer. Ia pun menyatakan keinginan untuk bertemu Remi lagi dan mempertimbangkan jadi relawan di Kosta Rika, terinspirasi dari Remi.

Remi mengingatkan bahwa ia akan kuliah di Harvard dalam waktu dekat. Suatu hari di musim panas, mereka duduk di atap rumah PJ, melihat ayah Remi mengecat rumah dengan warna merah tua sebagai bentuk dukungan. Didorong Barnes, Remi akhirnya berniat memberi tahu orang tuanya bahwa ia ingin mencoba jadi relawan juga—tetapi malah mendapat kemarahan. Remi pun memilih pergi bersama Barnes untuk merayakan 4 Juli di rumah danau.

Namun, konflik muncul. Dalam kondisi mabuk, Remi menabrakkan jip PJ dan bertengkar dengan Barnes tentang keputusan jeda tahunannya. Marah, Remi memutuskan hubungan mereka.

Musim gugur tiba. Remi sudah menjadi mahasiswa Harvard dan bekerja paruh waktu sebagai pelayan. Suatu hari, ia melihat Barnes di Instagram berada di Boston. Mereka kembali terhubung dan bertemu, lalu sepakat bahwa perpisahan mereka mungkin memang yang terbaik. Remi mengundang Barnes ke pesta Halloween, tetapi ia menolak karena harus membantu band.

Didorong teman-temannya, Remi akhirnya menyatakan masih punya perasaan. Namun Barnes menolaknya dengan lembut, menyarankan mereka tetap berteman. Remi menghormatinya, meski pergi sambil menangis.

Tak lama setelah itu, teman-teman band Barnes mendorongnya untuk jujur pada perasaannya. Barnes pun menyadari kesalahannya. Ia memberi kejutan untuk Remi dengan mengajak band-nya tampil di depan asrama kampus. Saat Remi keluar, mereka saling menatap dan akhirnya kembali bersama. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore