
Cha Haein, yang kehadirannya kebanyakan menjadi fan service di anime Solo Leveling. (cbr.com)
JawaPos.com - Anime Solo Leveling sudah membawa franchise ini ke level selanjutnya, di mana banyak sekali penggemar baru. Meskipun sebelum anime ini rilis sudah memiliki banyak hype, kualitas keseluruhan dari anime-nya benar-benar menjadikannya salah satu anime terbesar saat ini. Secara keseluruhan, anime ini merupakan pencapaian luar biasa bagi Solo Leveling.
Namun, tidak semua hal tentang anime Solo Leveling diadaptasi dengan sempurna. Perubahan memang tidak bisa dihindari, dan sebagian di antaranya justru membuat cerita jadi lebih baik. Namun di sisi lain, ada banyak perubahan yang bisa dibilang cukup dipertanyakan dalam adaptasi anime dari sumber manhwa-nya.
Maka dari itu, mengutip CBR.com, berikut 5 perubahan terburuk di anime Solo Leveling dari manhwa-nya:
1. Sung Jinwoo Terasa Kehilangan Anti-Hero-nya di Anime
Sung Jinwoo dikenal sebagai karakter kompleks yang kerap bergulat dengan sisi kemanusiaannya akibat dipaksakan oleh sistem. Di manhwa, ia digambarkan lebih dingin, tegas, dan jarang menunjukkan penyesalan, yang memberikan kesan anti-hero. Namun, anime mengubah pendekatan ini dengan menunjukkan konflik batin dan rasa bersalah Jinwoo, membuatnya terasa lebih manusiawi dan mudah dipahami.
Beberapa penggemar setuju dan beberapa tidak setuju dengan pendekatan ini. Jinwoo menjadi lebih realistis dan emosional di anime, tapi beberapa penggemar merasa kehilangan sisi gelap yang justru menjadi daya tariknya di manhwa.
2. Anime Solo Leveling Melewatkan Banyak Momen Lucu dari Manhwa
Meskipun masih ada beberapa adegan lucu yang ditampilkan dalam anime, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan versi manhwa-nya. Banyak momen komedi ikonik yang dilewatkan sepenuhnya demi menjaga tempo cerita, sehingga mengurangi sisi ringan dan menghibur yang dulu menjadi bagian dari pesona manhwa-nya.
Salah satu yang paling terasa adalah interaksi jenaka antara Jinwoo dan pasukan bayangannya yang berkurang, terutama di musim kedua. Banyak humor visual dan tingkah laku lucu Shadow Army, seperti momen Iron membawa bangkai Magic Beast sebagai "hadiah"—tidak ditampilkan, membuat karakter mereka terasa lebih datar. Walaupun fokus anime lebih pada aksi dan plot utama, hilangnya momen-momen ini membuat adaptasi terasa lebih serius dan kehilangan sebagian sisi uniknya.
3. Detail dan Nuansa Gelap Manhwa Lebih Kuat Dibanding Anime
Meskipun anime Solo Leveling memiliki animasi luar biasa, manhwa-nya tetap unggul dalam hal detail visual dan nuansa gelap. Gaya seni khas DUBU menampilkan ekspresi karakter, sorotan mata Jinwoo, dan atmosfer mencekam yang lebih kuat dan mendalam.
Meskipun anime menampilkan lebih banyak darah dan adegan brutal, estetika manhwa yang gelap dan dewasa terasa lebih menyatu dengan tema cerita. Sorotan tajam dan teror dari musuh Jinwoo terasa lebih intens di manhwa.
Baca Juga: Setelah Kesuksesan Solo Leveling, Adaptasi Manhwa Terbaru Ini Malah Dikecam Fans, Inilah Alasannya
4. Cha Haein Diubah Menjadi Fan Service Berlebihan di Anime
Meski anime Solo Leveling memberi perhatian lebih pada Cha Haein dengan menambah adegan eksklusif yang memperkuat karakternya, sebagian justru terasa seperti fan service semata. Berbeda dengan manhwa yang menampilkan Cha sebagai sosok menarik yang tidak berlebihan, anime kerap memunculkan adegan yang menyoroti tubuhnya, seperti saat ia mengenakan pakaian olahraga atau swimsuit, yang tak punya fungsi naratif jelas.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
