Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 05.56 WIB

Michelle Ziudith Bintangi Film Puang Bos, Angkat Sejarah Pembuatan Kapal Pinisi yang Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Jumpa pers film Puang Bos. (Istimewa) - Image

Jumpa pers film Puang Bos. (Istimewa)

 
JawaPos.com - Aktris Michelle Ziudith membintangi sebuah film Puang Bos yang bercerita tentang sejarah proses pembuatan Kapal Pinisi yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO pada 2017 silam. Film ini diharapkan dapat memberikan edukasi untuk para penontonnya.
 
Kendati materinya memuat konten positif, namun kemasan filmnya berusaha dibuat renyah dengan sentuhan drama komedi untuk membawa hangatnya cerita keluarga yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Film Puang Bos digarap oleh dua sutradara kelahiran Sulawesi yaitu Adink Liwutang dan Rusmin Nuryadi.
 
Michelle Ziudith mengatakan, dirinya senang sekali diberi kesempatan bergabung dalam film yang mengangkat tentang kearifan lokal sekaligus kebudayaan tentang kapal pinisi yang sudah menjadi warisan UNESCO.
 
 
“Ini pertama kalinya saya berperan sebagai orang Bulukumba, sangat menantang dan menarik karena ada culture yang harus dibiasakan juga. Semoga kerja keras kita semua dan tim dapat diapresiasi seluruh masyarakat dan karya ini dapat dinikmati dengan baik," kata Michelle Ziudith dalam keterangannya, Rabu (7/2).
 
Film ini sedang dalam proses syuting sejak 5 Februari 2024 kemarin. Dalam film ini, akan digambarkan secara detail bagaimana bahan baku kapal pinisi seperti pemilihan kayu yang tepat, yakni kayu dari pohon na'nasa atau pohon gofasa, yang saat ini bahan kayu tersebut mulai langka karena minimnya penanaman kembali jenis pohon tersebut. 
 
Selain itu, film ini juga membahas bagaimana keberlangsungan dan regenerasi pembuatan kapal di tanah beru.
 
Selain Michelle Ziudith, film ini juga diperkuat oleh  Ibrahim Risyad, Pritt Timothy, Gilbert Patiruhu, Zoe Levana, Mongol Stres, dan Arif Brata. Mereka disandingkan dengan sejumlah aktor Makassar yang terpilih melalui proses casting dilakukan di Makassar pada 14-15 Januari 2024 lalu.
 
Ibrahim Risyad menambahkan, ada tantangan yang dihadapinya dalam project ini. Salah satunya harus menggunakan bahasa Makassar yang menurut dia cukup sulit.
 
"Bahasa Makassar sangat sekali dipelajari karena banyak sekali imbuhan dan logat yang mendayu. Untungnya aku didukung oleh tim yang baik dan teman-temanku orang Makassar hampir setiap malam kita teleponan untuk membantu belajar bahasa dan logatnya,”terangnya.
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore