
Jumpa pers film Kutukan Peti Mati.
JawaPos.com - Film Kutukan Peti Mati mulai tayang di bioskop tanah air pada hari ini, Kamis (20/7). Film yang diadaptasi dari novel Sarchophagus Onrust tersebut dibintangi oleh Yoriko Angeline dan Aliff Ali.
Film Kutukan Peti Mati memadukan unsur sejarah yang pernah terjadi dibalut dengan cerita fiksi yang diramu dengan cukup apik. Menceritakan tentang Bramanto Putra (Aliff Alli) yang merupakan seorang mahasiswa arkeologi berkunjung ke Pulau Onrust. Tanpa sengaja dia menemukan buku kuno yang telah tersimpan selama ratusan tahun.
Bram lantas meminta Susan (Yoriko Angeline) untuk melakukan riset terkait buku kuno tersebut. Tanpa sengaja dia membaca mantra, yang kemudian membawa mereka ke dalam sebuah peristiwa yang mengerikan.
Yang juga menarik, dalam film Kutukan Peti Mati, muncul dokter bertopeng burung yang juga dikenal dengan sebutan plague doctor. Dokter ini pernah ada di Eropa pada abad pertengahan akibat terjadinya wabah mematikan. Wabah ini telah membunuh lebih dari 50 persen populasi di Eropa.
Dalam sejarahnya, dokter bertopeng burung ini bukan lah dokter profesional. Kendati demikian, dia mendapatkan kebebasan untuk melakukan praktik kedokteran, berujung pada tindakan malpraktik dan mengakibatkan pasien yang ditanganinya meninggal dunia.
Keberadaan dokter topeng burung dalam film Kutukan Peti Mati bisa menjadi daya tarik tersendiri. Selain penampilannya yang berbeda dari dokter biasanya, dokter ini juga memiliki peran penting dalam cerita film.
Aliff Ali mengatakan, kesulitan yang dirasakan di film ini terjadi pada saat proses pengambilan gambar yang banyak adegannya dilakukan pada malam hari.
"Kalau dari saya kesulitannya itu sebenarnya proses penyeberangan, karena ada banyak adegan yang harus mengambilnya pada malam hari di kepulauan," katanya dalam jumpa pers di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan, belum lama ini.
Sementara itu, Yoriko Angeline mengatakan tantangan yang dialaminya saat proses syuting film lebih karena dia memerankan watak yang berbeda dalam satu waktu. Tantangan lainnya, ada adegan dimana Yoriko melayang dan harus menggunakan bahasa Belanda.
"Bahasa Belanda, aku harus mendengarkannya dari voicenote kayak ngomong yang benar bahasa Belanda kayak gimana. Itu dilatih dan akhirnya bisa," kata Yoriko Angeline.
Baik Allif Ali ataupun Yoriko mengaku langsung tertarik untuk menerima project ini pada saat ditawari. Keduanya menganggap jalan ceritanya cukup unik, berbeda dari film-film horor pada umumnya di Indonesia.
"Aku merasa film horor di Indonesia makin bagus. Jadi aku nggak kapok sama sekali untuk main film horor," tuturnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
