
Marco Bezzechi (Instagram @marcobez72)
JawaPos.com – Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mengungkapkan kelemahan yang membuatnya gagal meraih kemenangan di MotoGP Jerez.
Meskipun berhasil finis di posisi kedua, ia mengakui tidak mampu menandingi kecepatan rivalnya.
Dilansir dari laman Crash pada Rabu (29/4), Hasil ini sekaligus mengakhiri peluangnya untuk meraih kemenangan beruntun dalam beberapa balapan terakhir.
Bezzecchi menjelaskan bahwa Alex Marquez tampil sangat dominan sepanjang balapan. Ia menilai lawannya unggul terutama di sektor-sektor cepat dan mengalir di lintasan. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan untuk menjaga jarak tetap dekat sepanjang lomba.
Menurut Bezzecchi, keunggulan utama Alex Marquez terlihat pada sektor tiga dan empat. Ia menyebut rivalnya memiliki jalur balap yang sangat rapi serta traksi yang optimal. Hal ini membuatnya sulit untuk menemukan celah dalam upaya mengejar.
Bezzecchi mengaku sudah menyadari potensi kemenangan Alex sejak awal balapan. Ia melihat bagaimana Alex mampu menyalip dengan mulus dan mempertahankan ritme secara konsisten. Pengamatan tersebut membuatnya yakin bahwa kemenangan akan sulit direbut.
Upaya Bezzecchi untuk mengikuti ritme balapan akhirnya tidak membuahkan hasil maksimal. Ia mengakui tidak mampu mempertahankan kecepatan yang sama dengan pemimpin lomba. Meski demikian, ia tetap merasa puas dengan performanya secara keseluruhan.
Ia menilai posisi kedua merupakan hasil yang patut disyukuri mengingat kekuatan lawan yang dihadapi.
Bezzecchi menyebut performanya sudah mendekati batas maksimal yang bisa ia berikan. Namun, ia tetap melihat adanya ruang untuk peningkatan ke depan.
Untuk menghadapi balapan berikutnya, Bezzecchi akan memanfaatkan sesi tes guna meningkatkan performa. Ia menyebut tim telah bekerja keras untuk menyiapkan berbagai pembaruan teknis.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
