Pecco Bagnaia (Instagram @pecco63)
JawaPos.com – Pecco Bagnaia menghadapi akhir pekan yang berat pada Grand Prix Indonesia 2025 di Mandalika.
Dilansir dari laman Crash pada Sabtu (4/10), Juara dunia dua kali itu gagal menunjukkan performa terbaiknya setelah hanya mampu finis di posisi terakhir pada balapan Sprint. Ia tertinggal hampir 30 detik dari Marco Bezzecchi yang keluar sebagai pemenang.
Bagnaia sebelumnya tampil impresif di Jepang dengan menyapu bersih kemenangan, sehingga sempat memunculkan harapan kebangkitan untuk sisa musim.
Baca Juga: MotoGP Catalan 2025 Jadi Titik Balik Pecco Bagnaia Serta Naik 14 Posisi Hingga Finis pada Posisi 7
Namun di Mandalika, kondisinya kembali seperti sebelum di Motegi, di mana ia tidak mampu keluar dari Q1 dan start dari posisi ke-16. Hasil ini menambah kekecewaan karena performanya anjlok secara drastis hanya dalam waktu satu pekan.
Menurut Bagnaia, motor Ducati GP25 yang ia gunakan mengalami guncangan hebat sepanjang sprint. Ia menyebut dirinya seperti penumpang di atas motor karena tidak bisa mengendalikan sepenuhnya.
Situasi itu membuat kecepatan rata-ratanya hampir dua detik lebih lambat per putaran dibandingkan Bezzecchi.
Baca Juga: Marc Marquez Hadapi ‘Dua Kutukan’ Jelang MotoGP Mandalika, Alex dan Pecco Bagnaia Berebut Runner-up
Bagnaia juga mengeluhkan kehilangan kendali saat memasuki tikungan pertama dan tikungan ke-10. Beberapa kali ia bahkan terpaksa menutup gas karena motor bergetar hebat. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan melakukan pengereman maupun akselerasi dengan maksimal.
Meski demikian, ia menegaskan tidak yakin bahwa masalah tersebut bersumber dari aspek teknis motor.
Bagnaia menduga penyebabnya berasal dari faktor lain yang berada di luar kendalinya. Situasi serupa terakhir kali ia rasakan pada Grand Prix Austria, ketika ban belakang Michelin dengan konstruksi lebih kaku digunakan.
Bagnaia mengaku frustrasi karena seminggu sebelumnya ia mampu membuktikan kapasitasnya dengan kemenangan gemilang di Motegi.
Namun, di Mandalika ia kembali merasa motor tidak berfungsi dengan benar meski spesifikasinya seharusnya sama. Kondisi ini membuatnya sulit memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Pecco menutup dengan rasa kecewa mendalam terhadap hasil balapan di Indonesia. Ia merasa tidak punya lagi sesuatu untuk ditunjukkan setelah menunjukkan performa terbaiknya di Jepang. Kini, fokusnya adalah mencari solusi agar bisa bangkit dalam sisa musim 2025.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
