Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Oktober 2025 | 03.07 WIB

Pecco Bagnaia Frustrasi Usai Katakan hanya Jadi Penumpang di Motornya Ducati pada MotoGP Sprint Indonesia 2025

Pecco Bagnaia (Instagram @pecco63)

JawaPos.com – Pecco Bagnaia menghadapi akhir pekan yang berat pada Grand Prix Indonesia 2025 di Mandalika.

Dilansir dari laman Crash pada Sabtu (4/10), Juara dunia dua kali itu gagal menunjukkan performa terbaiknya setelah hanya mampu finis di posisi terakhir pada balapan Sprint. Ia tertinggal hampir 30 detik dari Marco Bezzecchi yang keluar sebagai pemenang.

Bagnaia sebelumnya tampil impresif di Jepang dengan menyapu bersih kemenangan, sehingga sempat memunculkan harapan kebangkitan untuk sisa musim.

Namun di Mandalika, kondisinya kembali seperti sebelum di Motegi, di mana ia tidak mampu keluar dari Q1 dan start dari posisi ke-16. Hasil ini menambah kekecewaan karena performanya anjlok secara drastis hanya dalam waktu satu pekan.

Menurut Bagnaia, motor Ducati GP25 yang ia gunakan mengalami guncangan hebat sepanjang sprint. Ia menyebut dirinya seperti penumpang di atas motor karena tidak bisa mengendalikan sepenuhnya. 

Situasi itu membuat kecepatan rata-ratanya hampir dua detik lebih lambat per putaran dibandingkan Bezzecchi.

Bagnaia juga mengeluhkan kehilangan kendali saat memasuki tikungan pertama dan tikungan ke-10. Beberapa kali ia bahkan terpaksa menutup gas karena motor bergetar hebat. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan melakukan pengereman maupun akselerasi dengan maksimal.

Meski demikian, ia menegaskan tidak yakin bahwa masalah tersebut bersumber dari aspek teknis motor.

Bagnaia menduga penyebabnya berasal dari faktor lain yang berada di luar kendalinya. Situasi serupa terakhir kali ia rasakan pada Grand Prix Austria, ketika ban belakang Michelin dengan konstruksi lebih kaku digunakan.

Bagnaia mengaku frustrasi karena seminggu sebelumnya ia mampu membuktikan kapasitasnya dengan kemenangan gemilang di Motegi.

Namun, di Mandalika ia kembali merasa motor tidak berfungsi dengan benar meski spesifikasinya seharusnya sama. Kondisi ini membuatnya sulit memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Pecco menutup dengan rasa kecewa mendalam terhadap hasil balapan di Indonesia. Ia merasa tidak punya lagi sesuatu untuk ditunjukkan setelah menunjukkan performa terbaiknya di Jepang. Kini, fokusnya adalah mencari solusi agar bisa bangkit dalam sisa musim 2025.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore