Pecco Bagnaia. (Instagram @pecco63)
JawaPos.com – Pecco Bagnaia mengubah akhir pekan buruk di MotoGP menjadi hasil positif di Grand Prix Catalan. Start dari posisi ke-21, pebalap Ducati itu berhasil finis di urutan ketujuh. Hasil ini menjadi pencapaian terbaiknya sejak finis keempat di Brno.
Dilansir dari laman Crash pada Selasa (9/9), Musim 2025 berjalan sulit bagi juara dunia dua kali itu. Bagnaia baru meraih satu kemenangan sepanjang 15 ronde. Ia kini tertinggal 250 poin dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang mendominasi klasemen.
Selepas jeda musim panas, performa Bagnaia cenderung menurun. Setelah hanya mampu finis kedelapan di Austria, ia mengalami akhir pekan berat di Hungaria. Namun, Catalan menjadi titik balik yang mengembalikan rasa percaya dirinya.
Di Barcelona, Bagnaia menghadapi kesulitan sejak latihan. Ia gagal menembus 20 besar di hari Jumat dan start dari grid ke-21, posisi terburuknya dalam tiga tahun terakhir. Dalam sprint, ia hanya finis ke-14 karena insiden di depan.
Meski begitu, Bagnaia bangkit pada balapan utama. Ia melesat ke posisi ke-12 pada lap pertama, lalu naik hingga posisi ketujuh. Menurutnya, peluang lima besar mungkin tercapai jika ia memulai lebih depan.
Perubahan teknis turut membantu peningkatan performanya. Ducati memberi Bagnaia lengan ayun baru yang juga digunakan Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio. Komponen itu memberikan cengkeraman lebih baik terutama saat pengereman di tikungan.
Bagnaia menegaskan hasil ini bukan alasan untuk menciptakan harapan palsu. Ia mengingat pengalaman buruk di Hungaria yang membuatnya terlalu optimistis. Namun, ia tetap menyebut swingarm baru dan tangki bahan bakar besar menjadi kunci kepercayaan diri.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
