Marc Marquez (Instagram @ducaticorse)
JawaPos.com – Marc Marquez menorehkan perjalanan karier luar biasa di MotoGP, dari remaja berbakat, dominasi juara dunia, hingga comeback epik setelah cedera panjang.
Berikut perjalanan panjang pembalap Spanyol tersebut hingga meraih gelar juara dunia ketujuh pada 2025, seperti dilansir dari laman resmi MotoGP pada Senin (29/9).
Marc Marquez lahir di Cervera, Spanyol, pada 17 Februari 1993, dan menunjukkan bakat luar biasa sejak muda. Ia menjuarai Kejuaraan Dunia 125cc pada 2010 dan Moto2 pada 2012, menegaskan potensinya sebagai calon bintang.
Debutnya di MotoGP bersama Repsol Honda pada 2013 langsung menorehkan sejarah dengan meraih kemenangan perdana sekaligus gelar juara dunia. Marquez menjadi rookie pertama dalam 35 tahun yang menjuarai MotoGP serta pembalap termuda yang meraih titel tersebut.
Baca Juga: Juara Dunia MotoGP! Marc Marquez Punya Kans Runtuhkan Dominasi Valentino Rossi Musim Depan
Musim 2014 menegaskan dominasi Marquez dengan 10 kemenangan beruntun dan gelar dunia keduanya. Meski kehilangan titel pada 2015 akibat insiden dengan Valentino Rossi, ia kembali menjuarai MotoGP pada 2016 dan menghadapi persaingan sengit Andrea Dovizioso pada 2017.
Gelar kembali diraih pada 2017, 2018, dan musim gemilang 2019 dengan 12 kemenangan serta 18 podium dari 19 balapan. Periode ini mengukuhkannya sebagai salah satu pembalap paling dominan dalam sejarah MotoGP.
Pada 2020, Marquez mengalami kecelakaan di Jerez yang menyebabkan patah tulang humerus kanan dan memulai mimpi buruk cedera panjang. Ia menjalani empat operasi, termasuk tiga pada 2020, serta menghadapi infeksi dan pemulihan yang berlarut-larut.
Masalah diplopia yang kambuh menambah kesulitan, memaksanya absen di banyak balapan dan menunda kebangkitan. Empat musim penuh operasi dan rehabilitasi membuatnya nyaris mempertimbangkan pensiun dini.
Operasi keempat pada 2022 menjadi titik balik penting bagi Marquez, termasuk perbaikan tulang dan rotasi lengan sekitar 30 derajat. Setelah absen enam seri, ia kembali balapan di Aragon dan finis kedua di Phillip Island, menandai kebangkitan fisiknya.
Meski menghadapi kesulitan, tekadnya mengembalikan kondisi 100% membuahkan hasil positif. Musim ini menegaskan bahwa semangat juangnya tidak luntur meskipun badai cedera mengancam kariernya.
Pada 2023, Marquez memutuskan berpisah dengan Honda setelah frustrasi dengan motor yang tak kompetitif dan banyak kecelakaan. Ia bergabung dengan Gresini Ducati dengan motor spek lama, meninggalkan kontrak bernilai puluhan juta Euro.
Keputusan itu terbukti tepat ketika ia meraih tiga kemenangan Grand Prix pada 2024 dan finis ketiga di klasemen akhir. Performa mengesankan membuat Ducati pabrikan merekrutnya untuk musim 2025, membuka babak baru kariernya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
