
Marc Marquez juara MotoGP 2025 bersama Ducati. (Media MotoGP)
JawaPos.com—Marc Marquez kembali membuktikan dirinya sebagai pebalap fenomenal setelah berhasil mengunci gelar Juara Dunia MotoGP 2025 bersama Lenovo Ducati.
Pebalap asal Spanyol itu sudah mengoleksi 541 poin, tidak mungkin lagi dikejar oleh pesaing terdekatnya yang justru adiknya sendiri, Alex Marquez. Gelar ini menjadi penegasan Marc masih berada di level tertinggi meski sempat absen lama dari persaingan juara.
Dengan tambahan mahkota di musim 2025, Marquez kini sudah mengoleksi tujuh gelar Juara Dunia MotoGP. Catatan itu menyamai torehan legenda Italia, Valentino Rossi, yang juga pernah mengoleksi tujuh titel juara di kelas premier.
Rossi meraih gelar dunia pada 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008, dan 2009. Sementara Marquez lebih dulu melakukannya di 2013, 2014, 2016, 2017, 2018, 2019, dan kini 2025.
Namun, ada perbedaan besar antara kedua pebalap tersebut. Marquez mampu kembali juara dunia setelah enam tahun puasa gelar, sementara Rossi tak pernah lagi naik podium tertinggi sejak 2009 hingga pensiun pada 2021.
Fakta itu membuat nama Marquez semakin istimewa di mata penggemar MotoGP. Dia tidak hanya menyamai rekor Rossi, tetapi juga menunjukkan daya tahan dan konsistensi luar biasa sepanjang karirnya.
Jika dihitung dari semua kelas, baik 125cc, Moto2, maupun MotoGP, total gelar Marquez sudah mencapai sembilan kali. Jumlah itu persis sama dengan yang dimiliki Rossi, yang juara di 125cc, 250cc, dan MotoGP.
Kesetaraan inilah yang membuat perdebatan semakin panas di kalangan pencinta balap motor dunia. Siapa sebenarnya yang lebih hebat, Rossi atau Marquez?
Meski musim 2025 sudah dikunci, persaingan belum berhenti. Masih ada empat seri tersisa, yakni di Indonesia, Australia, Malaysia, dan Portugal yang bisa menambah koleksi poin Marquez.
Jika mampu meraih kemenangan lagi, Marquez berpeluang menutup musim dengan selisih poin fantastis. Hal itu akan makin menegaskan dominasinya di lintasan MotoGP musim ini.
Bersama Lenovo Ducati, Marquez menemukan kombinasi sempurna antara motor kompetitif dan pengalamannya sebagai juara. Kolaborasi itu menjadi senjata utama yang sulit ditandingi lawan-lawannya sepanjang musim.
Keperkasaan Marquez bersama Ducati bisa jadi modal besar untuk menatap musim depan. Jika masih konsisten, bukan tidak mungkin dirinya kembali mengamankan titel dunia di 2026.
Di titik inilah, peluang Marquez untuk melampaui rekor Rossi semakin terbuka. Satu gelar tambahan di musim depan akan membuatnya unggul dari sang legenda yang telah lama pensiun.
Dominasi Rossi selama bertahun-tahun seolah mulai goyah di tangan Marquez. Catatan sejarah MotoGP pun bisa berubah arah jika Marquez berhasil menambah gelarnya.
Publik MotoGP jelas menantikan bagaimana kiprah Marquez dalam beberapa musim ke depan. Apakah dia hanya menyamai rekor Rossi atau justru melampauinya dan menjadi pebalap tersukses sepanjang sejarah MotoGP.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022