alexametrics

Otobiografi Nasi Goreng

13 Juni 2021, 16:31:45 WIB

Tentu saja kita semua tahu, nasi goreng awalnya sekadar memanfaatkan sisa nasi. Umumnya nasi kemarin, yang sebetulnya masih layak makan, agar terasa enak dipanaskan kembali dengan cara digoreng.

SEBUAH prinsip untuk tak menyia-nyiakan sesuatu, terutama nasi yang merupakan makanan pokok sebagian besar orang Indonesia. Bahkan, nasi yang sudah agak basi masih bisa dikeringkan dan dijadikan kerupuk gendar. Nasi yang mengerak ketika ditanak juga bisa jadi camilan.

Agar nasi sisa kemarin enak dimakan, ia tak sekadar digoreng. Kita menambahinya dengan bumbu, minimal garam. Jika ada, kita bisa tambahi pula kecap manis atau saus tomat. Yang suka pedas bisa memberinya sambal.

Nasi goreng mudah ditemukan di meja-meja sarapan pagi keluarga-keluarga kita. Yang lebih mampu tentu akan menambahinya dengan telur, potongan sayur, sosis, atau potongan ayam. Waktu saya masih kecil dan remaja, sarapan nasi goreng lebih umum daripada roti bakar, buah-buahan, apalagi susu dan sereal.

Ketika anak saya memperoleh tugas sekolah perihal daur ulang, penggunaan ulang, dan pengurangan pemakaian dalam rangka pelestarian lingkungan, entah kenapa pikiran saya malah melayang-layang ke nasi goreng. Bukankah itu contoh yang ideal untuk bicara, katakanlah, daur ulang atau penggunaan ulang dalam konteks makanan?

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads