alexametrics

Horor bagi Yang Lain

23 Mei 2021, 16:12:08 WIB

”Seluruh Palestina merupakan penjara raksasa,” demikian tulis Elie Wiesel di novel Dawn (Fajar). Tidak, ia tidak sedang berkisah tentang bangsa Palestina saat ini. Ia sedang membicarakan orang-orang Yahudi ketika Palestina masih di bawah pendudukan Inggris selepas Perang Dunia II.

SAYA selalu teringat novel tersebut setiap kali orang bicara tentang Palestina, juga novel (atau memoar) dari penulis yang sama, yang terbit lebih dulu: Night (Malam). Elie Wiesel sendiri merupakan seorang penulis Yahudi, penyintas dari neraka Holocaust dan penjara Auschwitz.

Pada kedua novel, kita bisa menyaksikan bahwasanya manusia memang pencipta neraka di dunia. Apakah Tuhan menciptakan alat-alat penyiksa? Apakah Tuhan membiarkan umat manusia menderita, kelaparan, dibunuh? Berkali-kali kedua narator di kedua buku bertanya, meskipun keduanya datang dari masa lalu yang penuh kesalehan.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, tak bisa disangkal, sangatlah manusiawi. Ketika manusia dalam keadaan tak berdaya, dan doa maupun harapan tak memperoleh jawaban, dan penolong yang dijanjikan tak juga datang, salah satu yang bisa dipertanyakan adalah keberadaan Tuhan. Tapi, di luar itu, kita sadar: semua siksa dan derita itu ulah manusia belaka.

Hari-hari ini kita menyaksikan kembali konflik Palestina dan Israel, dan kekerasan tak juga berakhir. Anak-anak kehilangan ayah, dan orang tua harus membopong anaknya yang telah menjadi mayat. Kita juga terus bertanya-tanya, kenapa satu negara harus menjajah negara lain? Kenapa Israel harus terus merampas tanah-tanah warga Palestina dan memperluas permukiman untuk bangsanya?

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads