Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Desember 2017 | 19.07 WIB

Awas Bahaya! Ini Ciri-Ciri Pelaku Pelecehan Seksual di KRL

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kasus pelecehan seksual di commuter line semakin mengkhawatirkan. Pelaku sangat berani dan tak segan-segan mengeluarkan alat vitalnya saat kondisi kereta sedang penuh. Kondisi tersebut kini meresahkan kaum hawa saat ingin naik kereta.


Kejadian ini sempat menghebohkan jagat maya saat curhatan seorang netizen yang menjadi saksi mata terjadinya pelecehan seksual di kereta. Netizen tersebut diketahui bernama Virginia Rapp. Dia mengisahkan pengalamannya di media sosial Instagram saat melihat tindak pelecehan seksual kepada salah satu penumpang KCI oleh sosok pria tak dikenal.


Untuk mengetahui ciri-ciri pelaku predator seksual, Deddy Herlambang, perwakilan kelompok pengguna Commuter Line atau disebut CL Mania berbagi pengalaman soal pelecehan seksual itu. Deddy memberikan beberapa petunjuk kepada para wanita agar terhindar dari perlakuan seksual. Hal itu berdasarkan pengalaman pribadinya yang sempat menyaksikan perilaku tak terpuji tersebut.


"Biasanya kalau kalau pelaku itu jaketnya dilipet digantungin di tangan buat nutupin 'itu'nya. Pokoknya perlu dicurigai kalau tengah kosong, tapi mereka (pelaku) bergerombol di tengah pintu atau di pinggir pintu," ujarnya Deddy saat mengunjung Redaksi JawaPos.com, Kamis (14/12).


Menurut dia, sampai saat ini belum ada sanksi jelas yang menyangkut pelecehan seksual di dalam kereta api. Pasalnya, bukti pelecehan sangat susah diidentifikasi dan juga dari pihak korban sendiri terkadang enggan melapor karena merasa malu.


"Sejauh ini kalau untuk pelecehan belum ada di KRL, cuma wanita dan lelaki itu aja yang tahu. Kalau copet jelas, kalau pelecehan belum ada tertangkap tangan. Terus buktinya apa? Kalau pelecehan masih belum jelas sanksinya. Kamera CCTV ada, tapi penumpangnya banyak gitu, cuma kepala aja yang keliatan," tutur Peneliti Transportasi Intrans itu.


Menurut dia, kasus seperti ini sering kali ditemui. Pasalnya, dari jutaan pengguna kereta api didominasi oleh para wanita. Kereta khusus wanita pun dianggap belum cukup untuk menghindari terjadinya pelecehan seksual.


"Perempuan juga sudah disediakan KKW, kereta khusus wanita. Gerbong wanita kan ada dua di ujung, tapi menurut saya itu juga bukan jawaban bahwa di sana tidak terjadi pelecehan," kata Deddy.


Para wanita, kata dia, kadang merasa tidak aman di gerbong KKW yang telah disediakan. Karena kebanyakan wanita kurang peka terhadap sesama jenis. Oleh sebeb itu, diperlukan adanya edukasi, kepekaan, serta perhatian lebih dari PT Kereta Api Indonesia.


"Untuk menghindari itu kita perlu advokasi dan edukasi adalah ketika penumpang masuk peron, seharusnya ada tanda kaya misalnya hati-hati di sebelah kiri, di kanan anda, dan harus peka jika ada lelaki mencurigakan," pungkas dia.




Baca juga cerita tentang Pelecehan Seksual di KRL di:

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore