
Kereta Bandara Soekarno-Hatta.
JawaPos.com - Keberadaan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang membuat Kota Tangerang bertumbuh dengan pesat. Namun, hingga saat ini masyarakat masih terkendala dengan transportasi massal yang ada di Kota Seribu Industri Sejuta Jasa itu.
Menjadi pintu gerbang dunia bagi Indonesia, moda transportasi massal mulai dipertambah. Seperti Kereta Api (KA) Bandara yang baru diresmikan Presiden RI Joko Widodo. Kereta Bandara dikhawatirkan berdampak pada arus lalu lintas yang melewati Kota Tangerang ini.
"Sesungguhnya yang melatar belakangi pertumbuhan penduduk memang tidak bisa dihindarkan. Maka dari itu butuh transportasi massal yang saat ini masih menjadi PR (pekerjaan rumah) kami. Sebab Tangerang menjadi lintasan yang mempunyai simpul transportasi nasional berdekatan dengan Jakarta. Dan juga titik simpul internasional dengan adanya Bandara Soekarno Hatta," ujar Kabid Pengembangan Sistem Transportasi Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Agus Wibowo dalam pernyataan pers yang ditermi JawaPos.com, Rabu (3/1).
Ia merinci data pergerakan kendaraan total di Jabodetabek saja mencapai 50 juta. Di Tangerang ada sekitar 3 juta orang per harinya yang lalu lalang melintasi kota berjuluk Akhlakul Karimah tersebut. "Penggunaan kendaraan pribadi sangat mendominasi, makanya transportasi umum sangat perlu diperlukan," ucapnya.
Agus mencoba melakukan survei kepada masyarakat. Hasilnya hanya 250.000 warga yang memakai fasilitas transportasi umum. Atau sekitar 14 persen dari pengguna kendaraan pribadi. Sehingga, transportasi massal yang aman dan nyaman menjadi solusi atas persoalan tersebut. "Harus ada transportasi massal yang nyaman serta aman, agar mereka bisa beralih," kata Agus.
Sementara itu, Wakil DPRD Kota Tangerang, Hapipi menyatakan persoalan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal sangat terasa. "Kalau transportasi masaal tidak ada, tahun - tahun mendatang pasti akan padat. Kalau dibiarkan begini saja dan tidak ada inovasi, Tangerang bakal semrawut," kata dia.
Sehingga masyarakat makin sulit melakukan aktivitasnya. Menurut dia, hampir setiap hari warga diteror dengan kemacetan. Oleh sebab itu, Pemerintah harus hadir untuk memecahkan masalah yang menjadi momok menakutkan bagi warga.
"Pemerintahan wajib menghadirkan moda transportasi yang murah tapi nyaman. Masyarakat perlu mendapatkan haknya. Dengan adanya transportasi massal bisa menghindari kemacetan," tuturnya.
Hapipi menyarankan agar ditambah lintasan KRL untuk mengakomodasi keperluan masyarakat. Apa lagi dengan keberadaan Kereta Bandara, menyebabkan pengurangan perjalanan dari Batuceper - Duri. "Di Kota Tangerang jumlah penduduknya sekitar 2 juta. Sebagian senang naik kereta. Sebab kereta modal untuk beban kemacetan. Makanya Pemkot Tangerang harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait persoalan transportasi massal ini," papar Hapipi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
